Jika Perang Dunia III Pecah, Negara Mana Diprediksi Menang?



Kepercayaan (Wonderslist.com)


Liputan6.com, Jakarta - Konflik berkepanjangan di Suriah hingga provokasi uji coba rudal dan nuklir Korea Utara memicu ketegangan. Sejumlah negara ditarik dalam pusaran konflik: Amerika Serikat dan sekutunya, Rusia, juga China. 

Seperti dikutip dari The Sun (3/5/2017), ketegangan di Semenanjung Rusia dipicu uji coba senjata pemusnah massal Pyongyang.

Pada 2016, Korut telah melakukan 2 tes nuklir dan 24 uji coba misil jarak jauh. Tindakan itu telah melanggar enam resolusi Dewan Keamanan PBB tentang uji coba misil dan rudal nuklir.

Sementara pada 2017, Pyongyang juga kembali melakukan tes misil. Meski beberapa di antaranya mengalami kegagalan.

Meski tekanan dari dunia internasional kian besar, rezim Kim Jong-un tak gentar bahkan berkoar siap melakukan perang terbuka.



Sejumlah tank dipersiapkan jelang latihan militer di Korea Utara, Rabu (26/4). Latihan ini dalam rangka untuk memperingati 85 tahun pembentukan Tentara Rakyat Korea (KPA). (AFP FOTO / KCNA / STR)






BACA JUGA
Ini 9 Negara Dunia yang Memiliki Senjata Nuklir
Jika Perang Dunia III Pecah, Siapa Sekutu Korea Utara?
Stephen Hawking: Dalam 100 Tahun, Manusia Harus Lari dari Bumi




Korea Utara, dengan penuh kepercayaan tinggi, menyatakan mampu menghancurkan Jepang dengan senjata nuklirnya. Pun dengan Korsel dan bahkan Amerika Serikat.

Kim Jong-un juga mengancam bahwa 'perang nuklir dapat terjadi kapanpun'. Namun, sejumlah ahli berpendapat, Korea Utara tidak akan mampu memulainya.

Alasannya, karena negara di utara Semenanjung Korea itu tak akan mampu menerima serangan balasan dari negara dengan kuantitas hulu ledak nuklir yang jauh lebih banyak ketimbang Pyongyang, terutama AS.

Baru-baru ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga melakukan sejumlah tindakan militer di Semenanjung Korea. Rencananya, presiden ke-45 AS itu akan mengirim USS Ronald Reagan dan USS Nimitz untuk menemani USS Carl Vinson pada minggu kedua Mei 2017.



Kedatangan Kapal induk USS Carl Vinson menuju ke semenanjung Korea untuk melakukan latihan militer bersama dengan korea Selatan, Kamis (28/4). (AP Photo)



Sementara, Rusia, bersama China, dilaporkan mengirim sejumlah pesawat intai mata-mata sebagai langkah pengawasan ke wilayah yang sama. Selain itu, Presiden Rusia Vladimir Putin juga meminta Negeri Paman Sam untuk menahan diri.

Sejumlah pihak pun khawatir, konflik akan meluas menjadi pertempuran global, yang melibatkan negara-negara di dunia. Menjadi Perang Dunia III.

Keterlibatan Rusia dan Amerika Serikat di Perang Suriah juga menciptakan situasi yang cukup menegangkan. Muncul berbagai laporan bahwa angkatan bersenjata kedua negara sempat hampir bersinggungan pada sejumlah operasi militer.

Dan, negara pimpinan Presiden Bashar al-Assad itu diprediksi jadi salah satu lokasi konflik jika Perang Dunia III terjadi.

Namun, sang pakar menyangsikan konflik global Abad ke-21 akan bermula di Semenanjung Korea atau Suriah.

Sang pakar, Profesor Paul D Miller dari National Defence University di Washington DC-- memprediksi bahwa konflik berskala global akan bermula di Latvia.

Profesor Miller --sebelumnya telah secara akurat memprediksi konflik di Ukraina sebelum terjadi-- memprediksi bahwa Rusia akan melakukan hal serupa seperti di Ukraina pada Latvia.

Moskow akan menghasut kelompok pro-Latvia dengan kelompok nasionalis pro-Rusia untuk memecah belah salah satu negara pecahan Uni Soviet itu.

"Konflik itu akan diprediksi terjadi sekitar dua tahun lagi," ujar sang profesor seperti yang dikutip The Sun, Rabu, (3/5/2017). Benarkah demikian? Hanya waktu yang bisa menjawab. 

Pertanyaan lainnya, jika Perang Dunia III terjadi, siapa berpeluang sebagai pemenang?