Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Tak Masuk Daftar 200 Mubalig Kemenag, Tanggapan UAS Bikin Kaget dan Tertawa

Kementerian Agama merilis 200 daftar nama mubaligh Berjudul “Daftar Nama Mubaligh/Penceramah Islam Indonesia.”


Sejumlah nama dai yang dikenal luas justru tidak masuk dalam daftar tersebut. Di antaranya Ustadz Abdul Somad (UAS).

Seorang jamaah bertanya melalui WhatsApp (WA), jawaban UAS lalu discreenshoot di Instagram yang kini diikuti 2,6 juta follower. Jawaban itu bikin netizen terkejut dan tertawa. Terkejut karena ternyata jadwal UAS sudah penuh hingga April 2020 nanti, tertawa karena jawaban yang bernada husnudhan tersebut dinilai mengandung humor.

“Bagaimana tanggapan Ustadz, Ustadz tidak termasuk dalam 200 mubaligh rujukan Kemenag??” demikian pertanyaan seorang jamaah melalui WA tersebut.

“Sebab Kemenag tidak ingin mengecewakan masyarakat. Karena saya penuh sampai April 2020,” jawab Ustadz Abdul Somad.



Ribuan komentar meramaikan status IG tersebut. Umumnya menunjukkan dua hal; ada yang kaget karena ternyata jadwal UAS sangat padat. Ada pula yang terbawa humor.

“terbaik... Allahuakbar” kata @noviyardallah_fam

“Haha....proud ustad idolaku @ustadzabdulsomad” kata @rachman_manessa 



Namanya Masuk Rilis 200 Mubaligh Kemenag, Dahnil Anzar: Saya Bukan Ahli Seperti UAS



Kementerian Agama (Kemenag) merilis daftar 200 nama muballigh yang direkomendasikan untuk mengisi kegiatan keagamaan umat Islam.



namanya-masuk-rilis-200-mubaligh-kemenag-dahnil-anzar-saya-bukan-ahli-seperti-uas




Selama ini Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin kerap mendapatkan pertanyaan dari masyarakat terkait nama muballigh yang dianggap berkompeten dalam menyampaikan syiar.

Karenanya, Kemenag pun merilis 200 nama Muballigh yang dianggap memenuhi tiga kriteria penting, yakni mempunyai kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, reputasi yang baik, dan berkomitmen kebangsaan yang tinggi.

Nama-nama muballigh dalam daftar tersebut dihimpun dari masukan tokoh agama, ormas keagamaan, dan tokoh masyarakat.

Salah seorang yang namanya masuk dalam rilis tersebut adalah Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjutak.

Sedangkan nama Ustaz Abdul Somad (UAS) tidak tercantum dalam rilis. Padahal sosoknya kini sedang naik daun dan digandrungi oleh beberapa pihak.

Kementerian Agama merilis 200 daftar nama mubaligh Berjudul “Daftar Nama Mubaligh/Penceramah Islam Indonesia.”


Sejumlah nama dai yang dikenal luas justru tidak masuk dalam daftar tersebut. Di antaranya Ustadz Abdul Somad (UAS).

Seorang jamaah bertanya melalui WhatsApp (WA), jawaban UAS lalu discreenshoot di Instagram yang kini diikuti 2,6 juta follower. Jawaban itu bikin netizen terkejut dan tertawa. Terkejut karena ternyata jadwal UAS sudah penuh hingga April 2020 nanti, tertawa karena jawaban yang bernada husnudhan tersebut dinilai mengandung humor.

“Bagaimana tanggapan Ustadz, Ustadz tidak termasuk dalam 200 mubaligh rujukan Kemenag??” demikian pertanyaan seorang jamaah melalui WA tersebut.

“Sebab Kemenag tidak ingin mengecewakan masyarakat. Karena saya penuh sampai April 2020,” jawab Ustadz Abdul Somad.



Ribuan komentar meramaikan status IG tersebut. Umumnya menunjukkan dua hal; ada yang kaget karena ternyata jadwal UAS sangat padat. Ada pula yang terbawa humor.

“terbaik... Allahuakbar” kata @noviyardallah_fam

“Haha....proud ustad idolaku @ustadzabdulsomad” kata @rachman_manessa 



Namanya Masuk Rilis 200 Mubaligh Kemenag, Dahnil Anzar: Saya Bukan Ahli Seperti UAS



Kementerian Agama (Kemenag) merilis daftar 200 nama muballigh yang direkomendasikan untuk mengisi kegiatan keagamaan umat Islam.



namanya-masuk-rilis-200-mubaligh-kemenag-dahnil-anzar-saya-bukan-ahli-seperti-uas




Selama ini Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin kerap mendapatkan pertanyaan dari masyarakat terkait nama muballigh yang dianggap berkompeten dalam menyampaikan syiar.

Karenanya, Kemenag pun merilis 200 nama Muballigh yang dianggap memenuhi tiga kriteria penting, yakni mempunyai kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, reputasi yang baik, dan berkomitmen kebangsaan yang tinggi.

Nama-nama muballigh dalam daftar tersebut dihimpun dari masukan tokoh agama, ormas keagamaan, dan tokoh masyarakat.

Salah seorang yang namanya masuk dalam rilis tersebut adalah Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjutak.

Sedangkan nama Ustaz Abdul Somad (UAS) tidak tercantum dalam rilis. Padahal sosoknya kini sedang naik daun dan digandrungi oleh beberapa pihak.

TEGAS! Jenderal Gatot: Bom Teroris di Gereja Tujuannya Untuk Merusak Citra Islam


[PORTAL-ISLAM.ID] Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menilai peledakan bom di gereja di Surabaya memiliki tujuan untuk menjatuhkan citra Islam di mata agama lain.

"Bom di gereja pasti tujuannya hanya satu, untuk merusak citra agama Islam dan memecah belah Islam," kata Gatot Nurmantyo saat berbicara di acara Menyambut Ramadhan di Masjid An-Nahl The Icon BSD CITY, Kabupaten Tangerang, Minggu (13/5/2018).

Gatot menyebut bom ini sangat biadab karena dalam ajaran Islam sebagaimana yang disampaikan Rasulullah SAW dalam kondisi perang pun dilarang merusak tempat ibadah agama lain.

"Ini biadab. Kenapa biadab? Rasulullah SAW dalam kondisi perang pun melarang merusak, membakar tempat ibadah agama lain. Ini dalam kondisi damai di negara sendiri di bom. Ini kegiatan biadab," tegas Gatot.

Apa yang disampaikan Jenderal Gatot ini di-amini Letjen TNI (Purn) Johannes Suryo Prabowo.

"Mosok masih ada yang gak (mau) ngerti juga sih?" kata JS Prabowo yang mengunggah video pernyataan Jenderal Gatot tsb.

Simak selengkapnya video pernyataan Jenderal Gatot Nurmantyo.

[video]

Difitnah dan Dikaitkan dengan Terorisme, UAS: Ceramah jangan dipotong-potong, dilepaskan dari konteksnya


[PORTAL-ISLAM.ID] Ceramah Ustadz Abdul Somad tentang 'Bom Syahid' di Palestina dalam perjuangan melawan penjajah Israel, dikaitkan dan dituding sebagai provokatif dan dikaitkan dengan aksi-aksi terorisme di Indonesia.

"Ceramah somad sgt berbahaya dan provokatif. Pengaruh somad dikalangan awam sgt kuat dan ini bisa menjadi modal keyakinan mrk melakukan bom bunuh diri di tiap tempat. Mohon aparat lekas mengambil tindakan, sdh cukup sdr kami yg menjadi korban teroris. @DivHumas_Polri @WahhabiCC," kicau akun @HusinShihab di Twitter.

Ada juga Abdilah Toha, salah satu eks pendiri PAN mengupload ceramah Ustadz Abdul Somad (UAS) yang dipotong dan meminta tvOne untuk mempertimbangkan kembali menjadikan UAS berceramah Ramadhan.

"TVone rencana menayangkan tiap pagi Ramadhan dai yang mengatakan bahwa pembom bunuh diri mati syahid, bukan mati konyol. Sudahkah TVone mempertimbangkan masak-masak dan menyaksikan video ini?" kata Abdilah Toha di twitter.


Sebetulnya itu ceramah UAS yang sudah lama, dan sudah lama pula ditanggapi oleh Ustad Abdul Somad.

Bukan kali ini saja (kejadian bom gereja Surabaya) Ustad Abdul Somad difitnah keji, tapi juga saat terjadi bom panci, dan aksi-aksi terorisme lain.

Dan selalu yang dijadikan bahan tudingan adalah ceramah UAS tentang 'Bom Syahid' di Palestina. UAS dinilai membolehkan Bom Bunuh Diri.

Menanggapi tudingan dan fitnah tsb, dalam ceramahnya Ustad Abdul Somad mengatakan:

"Makanya ceramah jangan dipotong-potong, dilepaskan dari konteksnya, lalu ditarik kesimpulan 'Abdul Somad membenarkan bom panci'. Ini kan goblok bin bahlul."

"Udah jelas konteksnya disitu pertanyaan 'Ustad bagaimana kejadian bom bunuh diri di Palestina saat perang'. Kasusnya jelas di Palestina saat perang. Lalu Ustad Somad menjawab 'itu bukan bom bunuh diri, itu adalah gerakan mati syahid'. Dalilnya saat perang Uhud, Nabi tidak melarang..."

Selengkapnya video penjelasan UAS (tonton sampai selesai)...

Tolerannya Pemimpin Muslim, Gubernur Anies Izinkan Perayaan Paskah di Monas

Tudingan yang dialamatkan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bahwa dibukanya Monas untuk acara keagamaan hanya diperuntukan untuk Umat Islam kembali terpatahkan. Anies juga mengizinkan umat Kristiani merayakan Paskah di Monas.

Bahkan secara khusus Anies memberikan apresiasi kepada Umat Kristiani yang telah menidupkan semangat kebersamaan dengan melakukan kegiatan keagamaan di Monas.
Anies%2Bjuga%2Bmengizinkan%2Bumat%2BKristiani%2Bmerayakan%2BPaskah%2Bdi%2BMonas.


"Pagi tadi menyapa teman-teman yang merayakan Paskah 2018 di Monas. Izinkan kami atas nama Pemprov menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar GBI Glow Fellowship Centre dan puluhan ribu umat Kristiani yang hadir, karna bapak ibu telah menghidupkan semangat kebersamaan di Monas" tulis Anies di halaman facebook pribadinya, Ahad(1/4/2018).

Keteladanan Anies selaku pemimpin Muslim yang memberikan kesempatan Umat Kristiani merayakan Paskah di Monas langsung menuai pujian dari para netizen.

"Kalau Ummat Islam yg jadi pemimpin, maka minoritas pasti aman. Karena Islam itu Rahmatan Lil’alamiin" tulis Akun bernama Iskandar.

"Indahnya punya goodbener Anies..semua lapisan warga merasakannya" tulis akun bernama Dedi.

"INDAHNYA KEBERSAMAN, walau beraneka ragam agama dijakarta tetap bersatu untuk Indonesia good job tuk pa anis" tulis akun bernama Ahmad.

[islamedia].


Capture

Bukti Toleransi Islam Terhadap Agama Lainnya

Agama Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi keadilan. Kedalian bagi siapa saja, yaitu menempatkan sesuatu sesuai tempatnya dan memberikan hak sesuai dengan haknya. Begitu juga dengan toleransi dalam beragama. Agama Islam melarang keras berbuat zalim dengan agama selain Islam dengan merampas hak-hak mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil” (QS. Al-Mumtahah: 8)
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’diy rahimahullah menafsirkan, “Allah tidak melarang kalian untuk berbuat baik, menyambung silaturrahmi, membalas kebaikan , berbuat adil kepada orang-orang musyrik, baik dari keluarga kalian dan orang lain. Selama mereka tidak memerangi kalian karena agama dan selama mereka tidak mengusir kalian dari negeri kalian, maka tidak mengapa kalian menjalin hubungan dengan mereka karena menjalin hubungan dengan mereka dalam keadaan seperti ini tidak ada larangan dan tidak ada kerusakan.” [1]
Akan tetapi toleransi ada batasnya dan tidak boleh kebablasan. Semisal mengucapkan “selamat natal” dan menghadiri acara ibadah atau ritual kesyirikan agama lainnya. Karena jika sudah urusan agama, tidak ada toleransi dan saling mendukung.
Berikut beberapa bukti bahwa Islam adalah agama yang menjunjung toleransi terhadap agama lainnya dan tentunya bukan toleransi yang kebablasan, diantaranya:
1. AJARAN BERBUAT BAIK TERHADAP TETANGGA MESKIPUN NON-MUSLIM
Berikut ini teladan dari salafus shalih dalam berbuat baik terhadap tetangganya yang Yahudi. Seorang tabi’in dan beliau adalah ahli tafsir, imam Mujahid, ia berkata, “Saya pernah berada di sisi Abdullah bin ‘Amru sedangkan pembantunya sedang memotong kambing. Dia lalu berkata,
ياَ غُلاَمُ! إِذَا فَرَغْتَ فَابْدَأْ بِجَارِنَا الْيَهُوْدِي
Wahai pembantu! Jika anda telah selesai (menyembelihnya), maka bagilah dengan memulai dari tetangga Yahudi kita terlebih dahulu”.
Lalu ada salah seorang yang berkata,
آليَهُوْدِي أَصْلَحَكَ اللهُ؟!
(kenapa engkau memberikannya) kepada Yahudi? Semoga Allah memperbaiki kondisimu”.
‘Abdullah bin ’Amru lalu berkata,
إِنِّي سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوْصِي بِالْجَارِ، حَتَّى خَشَيْنَا أَوْ رُؤِيْنَا أَنَّهُ سَيُوّرِّثُهُ
‘Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berwasiat terhadap tetangga sampai kami khawatir kalau beliau akan menetapkan hak waris kepadanya.” [2]
2. BERMUAMALAH YANG BAIK DAN TIDAK BOLEH DZALIM TERHADAP KELUARGA DAN KERABAT MESKIPUN NON-MUSLIM
Misalnya pada ayat yang menjelaskan ketika orang tua kita bukan Islam, maka tetap harus berbuat baik dan berbakit kepada mereka dalam hal muamalah. Allah Ta’ala berfirman,
وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.” (QS. Luqman: 15)
3. ISLAM MELARANG KERAS MEMBUNUH NON-MUSLIM KECUALI JIKA MEREKA MEMERANGI KAUM MUSLIMIN.
Dalam agama Islam orang kafir yang boleh dibunuh adalah orang kafir harbi yaitu kafir yang memerangi kaum muslimin. Selain itu semisal orang kafir yang mendapat suaka atau ada perjanjian dengan kaum muslimin semisal kafir dzimmi, kafir musta’man dan kafir mu’ahad, maka dilarang keras untuk dibunuh. Jika melanggar maka ancamannya sangat keras.
مَنْ قَتَلَ قَتِيلًا مِنْ أَهْلِ الذِّمَّةِ لَمْ يَجِدْ رِيحَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا
Barangsiapa membunuh seorang kafir dzimmi, maka dia tidak akan mencium bau surga. Padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun. ”[3]
4. ADIL DALAM HUKUM DAN PERADILAN TERHADAP NON-MUSLIM
Contohnya ketika Umar bin Khattab radhiallahu’anhu membebaskan dan menaklukkan Yerussalem Palestina. Beliau menjamin warganya agar tetap bebas memeluk agama dan membawa salib mereka. Umar tidak memaksakan mereka memluk Islam dan menghalangi mereka untuk beribadah, asalkan mereka tetap membayar pajak kepada pemerintah Muslim. Berbeda ketika bangsa dan agama lain mengusai, maka mereka melakukan pembantaian.
Umar bin Khattab juga memberikan kebebasan dan memberikan hak-hak hukum dan perlindungan kepada penduduk Yerussalem walaupun mereka non-muslim.
AJAKAN TOLERANSI AGAMA YANG “KEBABLASAN”
Toleransi berlebihan ini, ternyata sudah ada ajakannya sejak Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallammemperjuangkan agama Islam.
Suatu ketika, beberapa orang kafir Quraisy yaitu Al Walid bin Mughirah, Al ‘Ash bin Wail, Al Aswad Ibnul Muthollib, dan Umayyah bin Khalaf menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka menawarkan tolenasi kebablasan kepada beliau, mereka berkata:
يا محمد ، هلم فلنعبد ما تعبد ، وتعبد ما نعبد ، ونشترك نحن وأنت في أمرنا كله ، فإن كان الذي جئت به خيرا مما بأيدينا ، كنا قد شاركناك فيه ، وأخذنا بحظنا منه . وإن كان الذي بأيدينا خيرا مما بيدك ، كنت قد شركتنا في أمرنا ، وأخذت بحظك منه
Wahai Muhammad, bagaimana jika kami beribadah kepada Tuhanmu dan kalian (muslim) juga beribadah kepada Tuhan kami. Kita bertoleransi dalam segala permasalahan agama kita. Apabila ada sebagaian dari ajaran agamamu yang lebih baik (menurut kami) dari tuntunan agama kami, maka kami akan amalkan hal itu. Sebaliknya, apabila ada dari ajaran kami yang lebih baik dari tuntunan agamamu, engkau juga harus mengamalkannya.”[4]
Kemudian turunlah ayat berikut yang menolak keras toleransi kebablasan semacam ini,
قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ. لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ. وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ. وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ. وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ. لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
Katakanlah (wahai Muhammad kepada orang-orang kafir), “Hai orang-orang yang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku”. (QS. Al-Kafirun: 1-6).
Demikian semoga bermanfaat.

@Perpus FK UGM
CATATAN KAKI
[1] Taisir Karimir Rahman hal. 819, Dar Ibnu Hazm, Beirut, cet. Ke-1, 1424 H
[2] Al Irwa’ Al-ghalil no. 891
[3] HR. An Nasa’i. dishahihkan oleh Syaikh Al Albani
[4] Tafsir Al Qurthubi 20: 225, Darul Kutub Al-Mishriyyah, cet. Ke-II, 1386 H
Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel Muslim.or.id

Bagaimana Hukumnya Memelihara Anjing? Ini Jawaban Tegas Ustadz Abdul Somad

Beberapa hari ini heboh di media online dan media sosial ada perempuan bercadar yang memelihara anjing.
Oleh media-media perempuan bercadar pelihara anjing ini diviralkan, dipuji-puji sebagai penyanyang binatang.

Bagaimana sebenarnya HUKUM MEMELIHARA ANJING menurut ISLAM?

Redaksi belum tau, apakah perempuan bercadar yang ramai diberitakan ini seorang beragama Islam atau bukan.

Kalau dia beragama Islam semoga penjelasan dari Ustad Abdul Somad tentang Hukum Memelihara Anjing ini bisa menjadi renungan untuk diamalkan.

Memelihara anjing dalam pandangan syariah pada dasarnya tidak diperbolehkan, kecuali ada alasan yang syar'i dan kebutuhan yang mendasar untuk memeliharanya.

Dasar dari larangan memelihara anjing itu adalah hadits-hadits shahih berikut ini :

Dalam hadits dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam, beliau bersabda,

مَنِ اتَّخَذَ كَلْبًا إِلاَّ كَلْبَ مَاشِيَةٍ أَوْ صَيْدٍ أَوْ زَرْعٍ انْتَقَصَ مِنْ أَجْرِهِ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطٌ

“Barangsiapa memelihara anjing selain anjing untuk menjaga hewan ternak, anjing (pintar) untuk berburu, atau anjing yang disuruh menjaga tanaman (ladang/pertanian), maka setiap hari pahalanya akan berkurang sebesar satu qiroth” (HR. Muslim no. 1575). Kata Ath Thibiy, ukuran qiroth adalah semisal gunung Uhud (Fathul Bari, 3/149).

وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَال : مَنِ اقْتَنَى كَلْبًا إِلاَّ كَلْبَ صَيْدٍ أَوْ مَاشِيَةٍ نَقَصَ مِنْ أَجْرِهِ كُل يَوْمٍ قِيرَاطَانِ

Dari Ibnu Umar radhiyallahuanhuma bahwa Nabi SAW bersabda: "Siapa yang memelihara anjing, kecuali untuk berburu dan bertani, akan dikurangi dari pahalanya tiap hari sebanyak dua qirath. (HR. Muslim).

Selengkapnya penjelasan Ustadz Abdul Somad: [www.tribunislam.com]

Video 1:



Video 2

Bintang Hollywood: Azan adalah salah satu suara paling indah di dunia

Capture

Bagi yang masih memiliki fitrah manusia, suara azan adalah suara yang paling indah di dunia.

Aktor kenamaan Hollywood, Morgan Freeman, mengatakan bahwa panggilan shalat atau adzan merupakan salah satu suara yang paling indah di dunia.

Dia membuat komentar itu saat ia mengunjungi masjid ketika syuting ‘The Story of God’ untuk National Geographic, dan berbicara dengan seorang imam Muslim tentang adzan.

Komentar Freeman muncul sebagai bagian dari miniseri TV National Geographic berjudul “The Story of God with Morgan Freeman.”

Dalam miniseri ini, Freeman menggali sejarah agama. Freeman melakukan perjalanan ke 20 kota di tujuh negara yang berbeda dalam menggali sejarah agama-agama.

"One of the most haunting and beautiful sounds in the world is the Muslim call to player," tutur aktor peraih piala oscar ini.

Berikut videonya...


Balas Sukmawati, Ustadz Felix Siauw Bikin Puisi 'Kamu Tak Tahu Syariat'

Puisi 'Ibu Indonesia' Sukmawati Soekarnoputri yang di dalamnya menyinggung mengenai azan dan cadar menjadi buah bibir. Ustaz Felix Siauw pun membalas puisi itu dengan puisi berjudul 'Kamu Tak Tahu Syariat'.



f946dddf-fa01-4796-a5b0-0eed123234d5_169



"Kalau engkau tak tahu syariat Islam, seharusnya engkau belajar bukan berpuisi, harusnya bertanya bukan malah merangkai kata tanpa arti," demikian kutipan puisi Ustaz Feliix yang ia posting melalui akun Facebook-nya, Ustadz Felix Siauw, Senin (2/4/2018).

Puisi Sukmawati yang dipersoalkan dibacakan dalam acara '29 Tahun Anne Avantie Berkarya' di Indonesia Fashion Week 2018. Video pembacaan puisi itu lalu beredar dan ramai dibahas.
Dalam puisi itu, Sukmawati membandingkan suara azan dengan kidung ibu Indonesia. Sukmawati sudah memberi klarifikasi terhadap puisinya yang dipersoalkan tersebut.

"Saya nggak ada SARA-nya. Di dalam saya mengarang puisi. Saya sebagai budayawati berperan bukan hanya sebagai Sukmawati saja, namun saya menyelami, menghayati khususnya ibu-ibu di beberapa daerah. Ada yang banyak tidak mengerti syariat Islam seperti di Indonesia timur di Bali dan daerah lain," kata Sukmawati saat dihubungi.

 
Menurut Sukmawati, puisi yang ditulisnya menggambarkan realitas di Indonesia. Dia mengatakan apa yang dia sampaikan dalam puisi itu merupakan pendapatnya secara jujur.

"Lho Itu suatu realita, ini tentang Indonesia. Saya nggak ada SARA-nya. Di dalam puisi itu, saya mengarang cerita. Mengarang puisi itu seperti mengarang cerita," tuturnya.

Sukmawati lalu bicara soal tuduhan pembanding-bandingan azan dengan kidung 'Ibu Indonesia' yang dipersoalkan Kapitra Ampera. Puisi yang dibacakannya disebut sebagai sebuah opini.
 

"Soal kidung ibu pertiwi Indonesia lebih indah dari alunan azanmu, ya bolehaja dong. Nggak selalu orang yang mengalunkan azan itu suaranya merdu. Itu suatu kenyataan. Ini kan seni suara ya. Dan kebetulan yang menempel di kuping saya adalah alunan ibu-ibu bersenandung, itu kok merdu. Itu kan suatu opini saya sebagai budayawati. Jadi ya silakan orang-orang yang melakukan tugas untuk berazan pilihlah yang suaranya merdu, enak didengar," sebutnya.

Adapun puisi balasan dari Ustaz Felix sudah mendapat likes sebanyak 58 ribu. Puisi yang di-posting dengan gambar Ustaz Felix itu juga telah dibagikan sebanyak 30.568 kali.

Dalam puisinya, Felix memang tidak menyebut tentang puisi Sukmawati. Namun poin-poin kunci yang diulas Felix dalam puisinya merupakan hal-hal yang ada di puisi putri proklamator Sukarno itu.

Isi puisi Ustaz Felix berjudul 'Kamu Tak Tahu Syariat' itu sebagai berikut:

Kamu Tak Tahu Syariat

Kalau engkau tak tahu syariat Islam, seharusnya engkau belajar bukan berpuisi, harusnya bertanya bukan malah merangkai kata tanpa arti
Bila engkau mau mengkaji, engkau akan memahami bahwa hijab itu bukan hanya pembungkus wujud, tapi bagian ketaatan, sebagaimana saat engkau ruku dan sujud
Engkau juga akan mengerti, bahwa membandingkan konde dan cadar itu perkara menggelikan, sebab yang satu ingin terjaga, yang lain malah mengumbar
Kalau engkau tak tahu syariat Islam, hal paling pintar yang engkau lakukan adalah diam. Sebab bicara tanpa ilmu itu menyesatkan, berjalan tanpa pelita di gelap malam
Pastinya juga engkau tak tahu bahwa negeri ini dibangkitkan darah perlawanannya oleh kalimat takbir, yang enam kali dilantangkan dalam azan yang engkau tuduh tak lebih merdu dibanding kidung ibu
Tanpa Islam tak ada artinya Indonesia, maka dimulakan negeri ini dengan "Atas berkat rahmat Allah". Islam adalah ruh Indonesia, nyawa Indonesia
Takkan berdaya wanita Indonesia tanpa Islam, yang telah menuntun mereka dari gelapnya penjajahan menuju cahaya kemerdekaan. Dari sekeder pelengkap jadi tiang peradaban
Dan kini aku menggugat dirimu, mempertanyakan dirimu, siapa kamu sebenarnya? Mengapa cadar dan azan begitu mengganggu dirimu, membuat engkau resah? Yang kutahu, hanya penjajah yang begitu
Tak paham konde, tak mampu berkidung, tak jadi masalah. Tapi tak tahu syariat mana bisa taat? Tak Indonesia tetap bisa menghuni surga, tak Islam maka tak ada lagi penolong di satu masa yang tak ada keraguan di dalamnya
Kalau engkau tak tahu syariat. Mari sini ikut melingkar dan merapat. Akan aku sampaikan biar engkau pahami, bagi mereka yang beriman, tak ada yang lebih penting dari Allah dan Rasul-Nya

Cc @yukngajiid @hijabalila 
(elz/fjp)