Showing posts with label Artikel Unik. Show all posts
Showing posts with label Artikel Unik. Show all posts

5 Perbedaan Karakteristik Daging Babi dan Daging Sapi

 Karena kita tinggal di Indonesia dan mayoritas tidak mengkonsumsi daging babi, maka kita harus paham apa saja Perbedaan Karakteristik Daging Babi dan Daging Sapi. Selama ini daging sapi menjadi daging yang digemari oleh banyak orang. Apalagi di Indonesia sendiri banyak penduduknya yang muslim, sehingga otomatis tidak mengonsumsi daging babi. 

Namun jika di Bali atau di negara non-muslim, ternyata daging babi justru lebih banyak digemari.



PERBEDAAN-KARAKTERISTIK-DAGING-BABI-DAN-DAGING-SAPI





Meskipun batasan nilai antara daging babi dan daging sapi sudah jelas, tetapi masih ada saja kasus di pasaran yang melakukan pengoplosan daging sapi dengan daging babi. Ini disebabkan karena permintaan daging sapi meningkat tetapi tidak diimbangi dengan suplay persedian daging sapi. Maka dari itu, timbullah kecurangan berupa pengoplosan daging babi dan daging sapi.
Biasanya kasus tersebut sangat marak terjadi ketika menjelang hari raya datang. Ini dikarenakan kebutuhan akan daging sapi sangatlah banyak. Ditambah lagi dengan tingginya harga daging sapi, sehingga kemudian banyak pedagang yang melakukan oplosan pada daging sapi dengan daging babi. Alhasil, banyak orang yang kemudian rugi, karena sudah membeli daging sapi yang sudah dicampur dengan daging babi.
Selain ditemukannya kasus pengoplosan, di Yogyakarta sendiri beberapa waktu lalu ditemukan sebuah warung soto sapi yang menggunakan daging babi sebagai pengganti daging sapi, warung soto ini sempat ramai diperbincangkan penikmat kuliner yang penasaran dengan satu mangkok soto yang terkenal dengan harganya yang murah dan isi dagingnya yang banyak.

PERBEDAAN KARAKTERISTIK DAGING BABI DAN DAGING SAPI

Bagi orang awam, daging sapi yang sudah dioplos dengan daging babi tidak akan kelihatan perbedaannya. Karena secara sepintas, keduanya memiliki bentuk dan warna yang sama. Sehingga banyak kasus penipuan yang dilakukan oleh pedagang dan pembeli pun banyak juga yang tertipu.
Agar tidak semakin banyak orang yang tertipu, maka kita sebagai pembeli haruslah pintar. Kita harus paham tentang karakteristik daging babi dan karakteristik daging sapi dengan baik.
Berikut adalah perbedaan karakteristik daging babi dan sapi yang harus kita pahami:
1. Perbedaan Karakteristik Daging Babi Dan Daging Sapi: Warna daging
Perbedaan antara daging sapi dengan daging babi dapat diketahui dari warna daging. Untuk karakteristik daging babi, warna dagingnya cenderung lebih pucat daripada daging sapi. Selain itu, jika dilihat secara detail, daging babi ini akan sangat mirip dengan daging ayam.
2. Perbedaan Karakteristik Daging Babi Dan Daging Sapi: Serat daging
Karakteristik daging sapi ini dapat dilihat dari serat dagingnya, yakni seratnya sangat terlihat jelas. Selain itu, seratnya juga terlihat sangat padat dan garis-garis pada dagingnya juga tampak sangat jelas.
Sedangkan serat daging babi tidak sejelas serat pada daging sapi. Serat-seratnya terlihat samar-samar dan renggang. Sehingga perbedaan antara keduanya sangatlah jelas. Kita bisa melihat perbedaan seratnya hanya dengan membentangkan daging-daging tersebut.
3. Perbedaan Karakteristik Daging Babi Dan Daging Sapi: Penampakan lemaknya
Setiap daging pasti memiliki kandungan lemak. Namun perbedaan kandungan lemaknya berbeda-beda antara satu daging dengan daging lainnya. Jika dilihat dari kandungan lemaknya, karakteristik daging babi ini memiliki kandungan lemak yang berbentuk elastis, basah, dan susah untuk dilepaskan. Sedangkan pada daging sapi, kandungan lemaknya lebih kaku. Namun jika dilihat secara kasat mata, bentuk lemak daging babi dan lemak daging ayam hampir sama.
4. Perbedaan Karakteristik Daging Babi Dan Daging Sapi: Tekstur daging
Tekstur daging sapi lebih kaku dan padat. Sedangkan tekstur pada daging babi lebih lembek dan elastis atau sangat mudah untuk direnggangkan. Sehingga tekstur daging babi terasa sangat kenyal.
5. Perbedaan Karakteristik Daging Babi Dan Daging Sapi: Aroma daging
Antara daging babi dan daging sapi ada perbedaan yang sangat jelas, yaitu pada aromanya. Dimana aroma dari daging sapi lebih anyir daripada aroma pada daging babi.
Antara daging sapi dengan daging babi ssebenarnya sangatlah berbeda. Baik dilihat secara sekilas, maupun dilihat secara detail, daging sapi memang sangat berbeda dengan daging babi. Maka dari itulah, kita tidak perlu bingung bagaimana untuk membedakannya.
Perbedaan karakteristik daging babi dan daging sapi jika dilihat secara detail, bisa kita lihat dari warnanya, seratnya, teksturnya, serta baunya. Maka dari itu, kita pun harus banyak-banyak mencari informasi tentang kedua jenis daging tersebut agar resiko mengalami kesalahan dalam membeli daging pun bisa dihindari.
AGROINDUSTRI.ID – Situs Industri Pertanian Indonesia

Maksudnya Biar Sholat Lebih Khusyu, Lalu Memejamkan mata, Sah atau Tidak Shalatnya?

Siapa yang sering memejamkan mata saat shalat? Apa benar shalatnya menjadi khusu'?

Memang sholat kita dituntut untuk selalu khusyu, dan biasanya jika mata ini terbuka lebih banyak ketidak khusyuannya, jamaah didepan pakai baju bertuliskan kata-kata, ada yang berisik, pikiran kemana-mana, nah dengan cara memejamkan mata ini banyak digunakan...



Khusyu merupakan sebuah tuntutan dalam melaksanakan shalat, tapi tidak semua orang bisa melakukannya dengan mudah.

Banyak faktor yang menyebabkan shalat tidak bisa dilakukan dengan khusyu, salah satunya adalah faktor tempat yang tidak mendukung atau kondisi yang tidak kondusif.

Adanya gambar, tulisan atau corak lukisan dinding di tempat pelaksanaan shalat seringkali menyebabkan kosentrasi kita buyar.



Sehingga untuk menjaga shalat tetap khusyu’ sebagian orang mencoba mengatasinya dengan memejamkan mata.

Namun selain itu, demi menghadirkan shalat yang khusyu, ada juga yang sengaja melaksanakan shalat dengan memejamkan mata.

Lalu pertanyaannya apakah boleh seorang muslim melaksanakan shalat dengan kondisi memejamkan mata?

Pada dasarnya shalat dengan memejamkan mata tidak dibenarkan oleh syariat, karena Nabi SAW sendiri tidak pernah memejamkan mata dalam shalat. 

Beliau adalah orang yang paling khusyuk kepada Allah dalam shalat.

Beberapa ulama mengatakan, “Memejamkan kedua mata (dalam ibadah) merupakan kebiasaan orang-orang Yahudi.”

Berikut ini beberapa dalil yang menjelaskan petunjuk Nabi dalam shalat dan bahwa beliau tidak memejamkan mata.

Dalam sebuah hadits tentang gerhana matahari yang panjang yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, disebutkan bahwa para shahabat berkata, “Wahai Rasulullah, kami melihatmu mengambil sesuatu di depanmu lalu kami melihatmu berpaling.”

Beliau bersabda, “Aku melihat surga, lalu aku mengambil satu tandan (makanan darinya). 

Kalau saja aku mendapatkannya, kalian pasti akan cukup makan darinya selama dunia ini masih ada.

Dan aku diperlihatkan neraka, lalu aku tidak melihat satu pun pemandangan yang lebih mengerikan daripada hari ini.


Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah wanita.”

Dalam hadits Jabir bin Abdullah disebutkan bahwa Nabi bersabda, “Diperlihatkan kepadaku neraka maka di dalamnya aku melihat seorang wanita dari Bani Israil yang disiksa karena memiliki seekor kucing yang diikatnya. 

Ia tidak memberinya makan dan tidak melepaskannya agar dapat makan serangga di bumi.

Saya juga melihat Abu Tsumamah Amru bin Malik menarik ususnya di neraka.”

Di dalam riwayat Muslim, Rasulullah bersabda, “… Hingga aku melihat orang bertongkat yang menarik ususnya di neraka. 

Ia dahulu mencuri (harta milik) orang yang sedang berhaji dengan tongkatnya.

Bila ketahuan, ia berkata, ‘Hanya tersangkut tongkatku saja,’ dan bila tidak ketahuan, ia pergi dengan barang yang dicurinya.”

Dalam sebuah riwayat, disebutkan, “Kami bertanya kepada Khabbab, ‘Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca dalam shalat Zuhur dan Asar?’ Ia pun menjawab, ‘Ya, benar.’ Kami bertanya lagi, ‘Bagaimana kalian mengetahuinya?’ Ia menjawab, ‘Dari gerakan jenggotnya’.”

Anas bin Malik berkata, “Nabi shalat bersama kami lalu naik ke mimbar. 

Beliau memberikan isyarat dengan jarinya ke arah kiblat lalu bersabda, ‘Aku telah melihat sekarang—sejak aku shalat bersama kalian … Surga dan neraka itu tergambar di balik dinding ini. 

Aku tidak pernah melihat kebaikan dan keburukan seperti hari ini (diulang tiga kali).”

Abdullah bin Zayid berkata, “Al-Barra’ bercerita kepada kami bahwa bila para shahabat shalat bersama Nabi, ketika beliau mengangkat kepalanya dari rukuk, mereka tetap berdiri hingga melihat beliau telah sujud.”



Ibnul Qayyim berkata, “Memejamkan mata dalam shalat bukanlah petunjuk Nabi. 

Para ahli fikih berbeda pendapat tentang larangannya. Imam Ahmad dan lainnya memakruhkannya. Mereka berkata, ‘Itu perbuatan orang-orang Yahudi.’

Dalil-dalil itulah yang menjelaskan kepada kita bahwa petunjuk Nabi dalam shalat adalah tidak memejamkan mata. 

Para shahabat pun mengikutinya. Inilah petunjuk yang paling baik dan paling sempurna.

Sementara itu, sebagian besar ulama membolehkan dan tidak memakruhkannya. 

Mereka berkata, ‘Itu terkadang menjadi cara yang paling dekat untuk mendapatkan kekhusyukan, yang merupakan ruh, rahasia, dan tujuan shalat.’

Bila orang terpaksa harus memejamkan matanya karena sesuatu yang tampak dalam shalatnya, seperti adanya perempuan yang lewat di depannya saat shalat di Masjidil Haram, atau hiasan dan dekorasi di depannya, atau pakaian orang yang shalat di depannya yang mengganggu dan menghilangkan kekhusyukannya, pada saat seperti ini, ia dianjurkan untuk memejamkan mata, bahkan disunahkan untuk memfokuskan hati dan mendapatkan kekhusyukan.

Adapun yang benar, ‘Apabila membuka mata tidak menghilangkan kekhusyukan, ini lebih utama. 

Namun, bila itu menghalanginya dari kekhusyukan karena adanya hiasan, dekorasi, atau lainnya yang mengganggu hatinya, saat itu tidak masalah baginya bila memejamkan mata. 

Pendapat tentang sunah melakukannya dalam kondisi seperti ini lebih dekat kepada dasar-dasar dan maksud syariat daripada pendapat yang memakruhkannya. Wallâhu a’lam.

20 Tindakan Durhaka Suami Terhadap Istri yang Dilarang Agama, SEBARKAN!

Banyak orang setelah memutuskan untuk berkeluarga, tanpa disadari oleh mereka tidak jarang mereka yang sudah menjadi seorang suami melakukan tindakan-tindakan yang menyimpang dari ketentuan allah SWT dan telah melanggar norma-norma dalam agama serta melanggar hak-hak isterinya. 

Jadi para suami saat ini harus tahu tindakan-tindakan yang dalam islam dikategorikan sebagai tindakan durhaka suami terhadap istri, dan berikut ini beberapa perilaku yang sering para suami lakukan, yaitu:

1. Menelantarkan belanja istri

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr,ia berkata:”Rasululluah bersabda:’seseorang cukup dipandang berdosa bila ia menelantarkan belanja orang yang menjadi tanggung jawabnya.’” (HR.Abu Dawud no.1442 CD,Muslim,Ahmad,dan Thabarani)

Pada hadist tersebut diterangkan bahwa suami yang menelantarkan belanja istri dan anak nya berati sudah melakukan perbuatan yang dosa. Karena seorang majikan yang menelantarkan gaji karyawannya sehingga mereka tidak bisa memenuhi kebutuhannya juga dikatakan dosa. Maka begitu pula dengan seorang pemimpin yang menelantarkan kebutuhan rakyatnya,maka ia berdosa. Sudah menjadi kewajiban bahwa seorang suami harus memberikan belanja kepada istri dan juga anak mereka seperti misalnya untuk membeli pakaian, makanan, dan juga kebutuhan lainnya. Bila tidak dan hanya bisa menelantarkan saja berarti suami tersebut sudah berbuat durhaka kepada istri.

Dari”Asyah ra,bahwa Hindun binti Utbah pernah berkata:’Wahai Rasulullah,sesungguhnya Abu Sufyan adalah orang yang kikir dan tidak mau memberikan kepadaku belanja yang cukup untuk aku dan anakku,sehingga terpaksa aku mengambil dari hartanya tanpa sepengetahuannya.”beliau besabda:’Ambillah sekadar cukup untuk dirimu dan anakmu dengan wajar.” (HR.Bukhari no.4945 CD,Muslim,Nasa’i,Abu dawud,Ibnu Majah,Ahmad,dan Darimi)

Hadist tersebut menerangkan bahwa istri yang diberi nafkah tidak sesuai dengan kebutuhannya padahal suami mempunyai harta yang cukup maka diperbolehkan mengambil sendiri harta itu tanpa sepengetahuan suaminya sekadar untuk memenuhi kebutuhannya dan anaknya secara wajar. Suami yang melakukan kedurhakaan ini mungkin disebabkan oleh :

    Suami kesal terhadap sikap boros istrinya
    Suami punya selingkuhan,sehingga lupa akan istrinya dan keluarganya
    Suami lebih mementingkan kegemarannya sendiri(egois)
    Istri punya penghasilan sendiri jadi suami beranggapan tidak perlu lagi memberi uang belanja sendiri
    Suami lebih mementingkan saudaranya/ortunya

Para suami hendaknya menyadari bahwa selama ia menelantarkan belanja istri, selama itu pula dosa yang telah diperbuuat kepada sang istri. Oleh karena itu ia wajib meminta maaf kepada istrinya dan selanjutnya bertaubat kepada Allah. Ia wajib menyadari bahwa tidak membelanjai istri termsuk mendurhakai Allah SWT. Karena dosanya tidak hanya semata kepada istri namun juga kepada allah SWT.

 2. Tidak Memberi Tempat Tinggal Yang Aman

“Tempatkanlah mereka (para istri) di tempat kalian bertempat tinggal menurut kemampuan kalian dan janganlah menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. Jika mereka(istri yang di thalaq) itu sedang hamil,berikanlah kepada mereka nafkahnya sampai mereka melahirkan…” (QS.Ath-Thalaaq(65):6)

Allah menjelaskan kepada para suami yang menceraikan istrinya diwajibkan untuk tetap memberikan tempat tinggal untuknya selama masa iddah dan tidak boleh mengurangi belanja istrinya atau mengusirnya dari rumah karena ingin menyusahkan hatinya atau memaksanya mengembalikan harta yang pernah diberikan kepadanya atau tujuan lainnya. Jika mantan istrinya yang masih dalam masa iddah saja harus mendapatkan hak nafkah dan tempat tinggal yang baik,maka lebih utama dan lebih wajib lagi bagi istri sahnya untuk mendapatkan perlakuan yang lebih baik dari pada itu.

 3. Menjadikan Istri Sebagai Pemimpin Rumah Tangga

Dari Abu Bakrah,ia berkata:”Rasulullah saw.bersabda: ‘tidak akan beruntung suatu kaum yang dipimpin oleh seorang wanita.’ “(HR.Ahmad n0.19612 CD,Bukhari,Tirmidzi,dan Nasa’i)

Rasul menyampaikan bahwa suatu kaum (termasuk didalamnya suami) tidak akan pernah memperoleh kejayaan atau keberuntungan bila menjadikan seorang wanita (termasuk istri) menjadi seorang pemimpin. bentuk ketidak beruntungan ini adalah hilangnya wibawa suami sehingga memberi peluang untuk istri berlaku sesukanya dalam mengatur rumah tangga tanpa memperdulikan pendapat suami (istilah kerennya IPSTI=ikatan Para Suami Takut Istri). menyuruh istri mencari nafkah dan mengatur urusan rumah tangga termasuk menjadikan istri sebagai pemimpin.suami yang berbuat demikian berarti melanggar ketentuan yang ditetapkan Allah dan Rasul-Nya. Beberapa faktor penyebab kedurhakaan ini:

    suami seorang pemalas yang enggan memikul tanggung jawab sebagai kepala rumah tangga.
    Suami yang telah uzdur sehingga tidak bisa menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai pemimpin rumah tangga
    suami terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan hobinya sehingga tidak bisa mengurus kepentingan keluarga selain hanya memberi uang belanja saja. Karena memang tanggung jawab suami tidak hanya meberikan nafkah saja, para suami juga harus membimbing anak dan juga istri mereka agar mempunyai akhlak yang baik.

mengingat besarnya tanggung jawab dan akibat yang ditimbulkan akibat kedurhakaan ini, jadi para suami wajib menghindari perbuatan tersebut. dan harus segera meminta maaf terhadap Istri dan bertaubat kepada Allah SWT.

 4. Tidak Melunasi Mahar

Dari Maimun Al-Kurady,dari bapaknya,ia berkata:”saya mendengar nabi saw.(bersabda):’siapa saja laki laki yang menikahi seorang perempuan dengan mahar sedikit atau banyak,tetapi dalam hatinya bermaksud tidak akan menunaikan apa yang menjadi hak perempuan itu,berarti ia telah mengacuhkannya. Bila ia mati sebelum menunaikan hak perempuan itu,kelakpada hari kiamat ia akan bertemu dengan Allah sebagai orang yang fasiq…’” (HR.Thabarani,Al-Mu;jamul,Ausath II/237/1851 CD)

Menurut Hadist ini seorang suami yang telah menetapkan mahar untuk istrinya,tetapi kemudian tidak membayarkan mahar yang dijanjikan kepada istrinya,berarti menipu atau mengicuh istrinya. Jika ia tidak memiliki mahar maka ia boleh mengutang kepada istrinya. Dalam QS.Al-Baqarah(2):237 menerangkan bahwa “jika kalian menceraikan istri istri kalian sebelum kalian bercampur dengan mereka,padahal kalian sudah menentukan maharnya,bayarlah separuh dari mahar yang telah kalian tentukan itu,kecuali jika istri istri kalian itu telah memaafkan atau dimaafkan oleh orang yang memegang ikatan nikah. Pemberian maaf kalian itu adalah lebih dekat kepada taqwa. Janganlah kalian melupakan kebaikan antara sesama kalian.sesungguhnya Allah maha melihat apa yang kalian kerjakan.”.

Suami yang berutang mahar kepada istrinya dengan niat tidak akan melunasinya harus mempertanggung jawabkannya di akhirat kelak. Suami yang tidak melunasi maharnya mungkin sekali disebabkan oleh faktor faktor :

    Suami beranggapan bahwa mahar sudah tidak perlu lagi ia berikan karena sekarang sudah menjadi satu keluarga, menurutnya tidak ada perhitungan hutang piutang bagi orang yang sudah terikat dalam hubungan suami istri.
    Istri tidak pernah menagih sehingga suami beranggapan istri tidak lagi memerlukannya.

Apapun alasan yang menjadikan dasar untuk suami melakukan kedurhakaan ini tetap tidak dibenarkan. Karena segala macam utang wajib dilunasi baik oleh suami maupun istri dan untuk melunasinya tidak perlu menunggu ditagih. Jadi memang harus dilunasi agar tidak terjadi hal-hal yang mendurhakai antara suami dengan istri.

 5. Menarik Mahar Tanpa Keridhaan Istri

(20)“jika kalian (para suami) ingin mengganti istri dengan istri yang lain,sedang kalian telah memberikan kepada salah seorang diantara mereka itu mahar yang banyak,janganlah kalian mengambilnya kembali sedikitpun. Apakah kalian kalian akan mengambilnya kembali dengan cara cara yang licik dan dosa yang nyata? (21)Bagaimana kalian akan mengambilnya kembali,sedangkan kalian satu dengan lainnya sudah saling bercampur (sebagai suami istri) dan mereka ( istri istri kalian) telah membuat perjanjian yang kokoh dngan kalian,”(QS.An-Nisaa’(4):20-21)

Ayat tersebut dengan tegas mencela suami yang meminta atau menarik kembali mahar yang telah diberikan kepada istrinya, baik sebagian maupun seluruhnya. Tujuan islam menetapkan mahar dalam perkawinan adalah untuk menghormati kedudukan istri yang pada jaman sebelum islam tidak mendapatkan hak untuk memiliki dan menguasai harta kekayaan apapun, baik dari orang tuanya maupun suaminya. Disamping itu mahar merupakan lambang kekuasaan perempuan yang diberikan oleh islam untuk menentukan pilihan atas laki laki yang akan mempersuntingnya. faktor yang menyebabkan suami melakukan tindakan ini mungkin disebabkan oleh :

    Suami yang kesal atas perlakuan dan pelayanan istrinya yang dianggapnya tidak sesuai dengan harapanya. Cara seperti ini sudah dengan jelas salah sebaiknya suami tersebut menasehati dengan dengan cara yang tepat yang sudah ditetapnya dalam syariat islam.
    Suami hendak mendapatkan modal kerja. jika ini terjadi suami hendaknya meminta ijin kepada istrinya dan jika istri menolak maka tidak boleh mengambilnya secara paksa.
    Suami ingin menikah lagi. Tindakan seperti ini juga tidak benar karena sebagai suami juga seharusnya mengetahui bahwa istri juga punya hak untuk tidak dimadu.

Suami yang memang sudah terlanjur menarik maharnya tersebut sebaiknya harus segera meminta maaf kepada sang istri dan juga lekan memohon ampun kepada Allah SWT.

 6. Mengabaikan Kebutuhan Seksual Istri

Dari anas ra,Nabi saw bersabda:”jika seseorang diantara kalian bersenggama dengan istrinya,hendaklah ia melakukannya dengan penuh kesungguhan. Selanjutnya, bila ia telah menyelesaikan kebutuhannya (mendapat kepuasan) sebelum istrinya mendapatkan kepuasan, janganlah ia buru buru (mencabut penisnya) sampai istrinya menemukan kepuasan.”(HR.’Abdur Razzaq dan Abu Ya’la, Jami’ Kabir II/19/1233)

Rasullullah saw bersabda:”janganlah sekali kali seseorang diantara kalian menyenggamai istrinya seperti seekor hewan bersenggama,tetapi hendaklah ada pendahuluan diantara keduanya.’ada yang bertanya”apakah pendahuluan itu?”beliau bersabda :”ciuman dan ucapan (romantis).” (HR Abu Syaikh)

Memenuhi kebutuhan seksual istri yaitu mengusahakan agar istri mendapatkan kepuasan sebagaimana yang suami dapatkan. Bagaimanapun caranya (bisa dengan minum jamu, olah raga,atau dengan hal lainnya) sebisa mungkin suami harus berusaha  dan memperhatikan kebutuhan seksual istri dan tidak boleh mengabaikannya karena berarti melanggar perintah agama.

7. Melanggar Persyaratan Istri

“hai orang orang yang beriman,penuhilah janji janji kalian..”(QS.Al-Maaidah(5):1)

“Dari Uqbah bin “Amir ra,ia berkata:”Rasulullah saw bersabda:’Syarat yang palling berhak untuk kalian penuhi ialah syarat yang menjadikan kalian halal berwenggama dengan istri kalian.’”(HR.Bukhari no 2520 CD,Muslim,Tirmidzi,Abu Dawud,Ibnu Majah,Ahmad dan Darimi)

Allah memerintahkan orang-orang yang beriman untuk memenuhi janji yang dibuatnya dengan orang-orang yang terlibat dengan perjanjian. Dalam Hadist tersebut Rasulullah saw menerangkan suami istri harus memenuhi perjanjian yang telah dibuatnya, bahkan perjanjian seperti itu paling patut dipenuhi dengan  sebaik baiknya. Islam membenarkan pemberian syarat yang diajukan oleh pihak istri maupun keluarga istri selama tidak bertentangan dengan syariat islam kepada calon suami. Jadi para suami juga harus selalu menjaga komitmen awal yang sudah mereka buat dan setujui.8. Menyenggamai Istri Saat Haidh

“mereka bertanya kepadamu tentang haidh, katakanlah:’ haidh itu adalah suatu kotoran.’ Oleh karena itu,hendaklah kalian menjauhkan dirindari wanita pada waktu haidh dan janganlah kalian mendekati mereka sebelum mereka bersuci. Apabila mereka telah suci,campurilah mereka ditempat yang diperintahkan Allah kepada kalian. Sesungguhnya Allah menyukai orang orang yang bertaubat dan menyukai orang orang yang menyucikan diri.” (QS Al-Baqarah(2):222)

Wanita yang sedang haidh berada dalam keadaan sakit.maksudnya ialah mengalami keadaan yang membuat kesehatannya terganggu karena keluarnya darah kotor dari dalam rahimnya.. menyenggamai istri saat haidh adalah suatu perbuatan yang dilarang karena sama halnya dengan menyakitinya dan merupakan suatu tindakan yang mengganggu keselamatannya. Di sebut darah kotor karena didalamnya terkandung bibit penyakit yang jika dipaksa melakukan hubungan seksual bakteri tersebut tidak hanya menjangkiti milik istri tapi juga milik laki-laki juga ikut terserang. Lagi pula apa tidak merasa jijik apa? selain itu wanita yang dalam keadaan nifas juga dilarang untuk disetubuhi karena menurut ahli bagian dalam dari alat vitalnya terluka jadi tidak memungkinkan untuk diajak bersetubuh. Dalam kehidupan berumah tangga bukan tidak mungkin suami melakukan tindakan ini. Hal ini mungkin dilakukan dikarenakan :

    Suami tidak bisa menahan diri (hypersex) untuk tidak bercampur dengan istrinya
    Suami ingin melakukan keluarga berencana. Melakukan KB tidak harus dengan cara seperti ini karena masih banyak cara lain yang tidak melanggar syariat islam.

Sungguh berdosa bagi para suami yang memang melakukan perbuatan keji yang dapat menyakiti istrinya.

 9. Menyenggamai Istri lewat Duburnya

Dari Ibnu Abbas, ia berkata:”’Umar (Ibnu Khaththa) datang kepada Rosulullah saw.,ia bertanya:’Ya Rosullullah, saya telah binasa.’ Beliau bertanya:’apa yang menyebabkan kamu binasa?’ Ia menjawab:’semalam saya telah membalik posisi istriku.’akan tetapi beliau tidak menjawab sedikitpun,lalu turun kepada Rosulullah saw ayat.’istri kalian adalah lading bagi kalian,maka datangilah lading kalian dimana dan kapan saja kalian kehendaki.’(selanjutnya Beliau bersabda:’Datangilah dari depan atau belakang,tetapi jauhilah dubur dan ketika haidh.’”( HR Tarmidzi no.2906)

Perbuatan menyenggamai istri pada duburnya merupakan tindakan yang membinasakan pribadi muslim, setiap suami muslim wajib menjauhinya, karena hal ini merupakan tindakan yang dimurkai oleh Allah dan merupakan kedurhakaan terhadap istri. Jadi para suami memang harus selalu menginggat akan hal-hal yang dilarang dalam agama yang sudah menjadi ketentuan dari Allah SWT.

10. Menyebarkan Rahasia Hubungan Dengan Istri

Hubungan suami istri haruslah dilakukan ditempat yang tidak terlihat orang lain,bahkan suaranya pun tak boleh terdengar orang lain. Suami istri wajib menjaga kehormatan masing-masing apalagi dihadapan orang lain. Suami yang menyebarkan rahasia diri dan istrinya ketika bersenggama berarti telah melakukan perbuatan durhaka terhadap istri. maka dari itu harus benar-benar menjaga antara suami dengan istri agar tidak terjadinya hal-hal yang dapat memicu tindakan seperti itu. (Kabarmuslimah)


Berikut ini lanjutan dari 20 tindakan durhaka suami terhadap istri yang dilarang agama, yaitu:

11. Memeras Istri

“ …dan janganlah kalian menerukan ikatan pernikahan dengan mereka(istri-istri) guna menyusahkan mereka. Barang siapa berbuat demikian, maka sungguh dia telah menganiaya dirinya sendiri…” (QS.Al-Baqarah(2):231)

Motif yang menyebabkan suami tega melakukan perbuatan tercela ini memeras istri mereka mungkin adalah sebagai berikut :

    Suami bermaksud mendapatkan harta istri melalui permintaan cerai istri,karena dalam islam jika istri minta cerai suami berhak mengambil kembali maharnya atau minta tebusan sang istri
    Suami ingin menikah lagi, jadi membuat tipu daya agar istri yang meminta cerai dari suami
    Suami ingin hidup enak tanpa bekerja keras. Sebenarnya itu merupakan cara yang salah karena memang sudah menjadi tanggung jawab bagi setiap suami untuk bekerja dan menafkahi istri dan anak mereka.

12. Menuduh Istri Berzina

(6) “dan orang orang yang menuduh istri mereka berzina,padahal mereka tidak mempunyai saksi saksi selain diri mereka sendiri,maka kesaksian satu orang dari meeka adalah bersumpah empat kalli dengan nama Allah bahwa sesungguhnya dia adalah termasuk orang orang yang benar(dalam tuduhannya) (7) dan kelima kalinya(ia mengucapkan) bahwa laknat Allah akan menimpa dirinyajika ternyata ia tergolong orang orang yang berdusta.” (QS.An-Nuur (24):6-7)

Ayat tersebut memberi ketentuan untuk melindungi istri dari tuduhan suami. Karena tuduhan itu dapat merusak kehormatan dan harga diri istri. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengaturan ketat agar suami tidak dapat sembarangan menuduh istrinya berzina tanpa bukti yang dipertanggung jawabkan menurut syariat Islam. Dan memang jika seorang suami menuduh dengan tegas sang istri harus memiliki bukti kuat yang menunjukkan jika sang istri benar-benar berzina.

13. Merusak Martabat Istri

Dari mu’awiyah Al-Qusrayiri,ia berkata:”saya pernah datang kepada Rosulullah saw.’ Ia berkata lagi:’saya lalu bertanya:’Ya Rosulullah,apa saja yang engkau perintahkan(untuk kami perbuat)terhadap istri-istri kami?’Beliau bersabda:’…janganlah kalian memukul dan janganlah kalian  menjelek-jelekan mereka.’” (HR Abu Dawud no 1832)

Nabi saw melarang para suami menjelek jelekan atau merendahkan martabat istri. Suami dilarang menggunakan kata yang bernada merendahkandan,menghina martabat istri baik di hadapannya maupun dihadapan orang lain. karena walaupun istri berasal dari keluarga yang lebih rendah status ekonominya dibanding dirinya.

14. Memukul (Tanpa Peringatan Terlebih Dahulu)

Disini berarti jika suami sudah menggunakan kekerasan para istri memang harus mengambil keputusan tegas dengan melaporkannya pada komnas perlindungan anak dan perempuan. Karena sudah masuk kategori kekerasan dalam rumah tangga. Karena dalam rumah tangga jika memang ada masalah bisa diselesaikan secara baik-baik dan kepala dingin tanpa adanya kekerasan yang menyebabkan istri terluka.

15. Mengajak Istri Berbuat Dosa

Para suami seharusnya membimbing istri dan anak mereka kejalan yang benar agar memiliki perilaku dan akhlak yang baik. jangan malah mengajak istri untuk berbuat dosa seperti misalnya karena kebutuhan ekonomi yang harus segera dipenuhi suami mengajak istri untuk menipu atau bahkan mencuri. Itu merupakan perbuatan dosa yang harus segera diperbaiki dan mohon ampun kepada Allah SWT.

16. Memadu Istri Dengan Saudari Atau Bibinya

Sesungguhnya seorang istri juga memiliki hak untuk mau atau tidaknya dimadu. Jadi suami juga harus mengerti dan jangan memaksakan jika memang sang istri tidak mau dimadu. Dan sebaliknya jika memang istri ikhlas daan siap untuk dimadu.

17. Menyenangkan Hati Istri Dengan Melanggar Agama

Disini maksudnnya menyenangkan hati istri dengan melanggar agama maksudnya seperti memberikan hadiah seperti cincin namun dengan uang atau hasil yang tidak halan seperti hasil curian. Jadi coba buat senang hati istri dengan yang halal walaupun itu dengan kesederhanaan.

18. Menceraikan Istri Solehah

Jika suami menceraikan istri yang solehah maka merugilah apa yang mereka lakukan karena tidak mudah untuk menjadi seorang istri soleha. Apalagi jika suami menceraikan untuk memilih wanita lain yang menggodanya maka sunggu mereka mendurhakai sang istri. Oleh karena itu ia wajib meminta maaf kepada istrinya dan selanjutnya bertaubat kepada Allah.

19. Berat Sebelah Dalam Menggilir Istri

Jadi seorang suami yang memang memiliki istri lebih dari satu harus bersikap adil kepada semua istri mereka. jangan berat sebelah dalam menggilir para istri mereka karena alesan sudah bosan atau memang lebih menyukai istri muda. Tidak seperti itu suami yang memang memilih untuk memadu harus memiliki sikap adil dan jangan sampai menyakiti hati dari beberapa istri mereka.

20. Mengusir Istri Dari rumah

Jangan hanya karena emosi sesaat masalah yang bisa diselesaikan dengan baik-baik, dapat membuat anda sebagai seorang suami mengambil tindakan yang fatal. Jangan sekali-sekali mengusir istri dari rumah karena masalah yang masih bisa dielesaikan dengan omongan yang baik. jangan sampai orang lain juga tau masalah  rumah tangga jika memang masih bisa diselesaikan berdua.

Demikianlah tadi beberapa tindakan yang tidak disukai oleh Allah SWT dan memang dilarang didalam agama dan merupakan kedurhakaan terhadap istri yang jika para suami langgar maka rahmat dan nikmat dari Allah tidak akan pernah mereka rasakan. Semoga dapat bermanfaat dan dapat dijadikan pelajaran untuk membangun sebuah rumah tangga yang harmonis. (Kabarmuslimah)


suami-baik-itu-weekend-with-family


Bentengi Diri dari Santet, Baca Ayat Ini Untuk Hancurkan Ilmu Sihir

Orang yang terkena sihir/santet bisa bermacam-macam...
Bisa sakit, bisa masalah berkepanjangan atau bahkan nyawa yang hilang....

Jadi rutinkan baca ayat ini untuk melindungi seluruh keluarga kita....

Semoga kita senantiasa dilindungi oleh Allah SWT.. Aamiin...

Sihir menjadi salah satu perbuatan perbuatan yang tidak disukai oleh Allah SWT. Pasalnya, ketika seseorang memanfaatkan ilmu sihir untuk mencelakakan orang lain maka disaat itu ia telah mendekatkan diri kepada syaitan.

Jika seseorang terkena ilmu sihir, maka ia bisa mengalami sakit, masalah berkepanjangan, atau bahkan kematian. Maka orang di sekitarnya akan berusaha untuk mengeluarkan sihir tersebut lewat cara ruqyah.

Ruqyah biasanya dilakukan dengan membaca ayat-ayat di dalam Al-Qur’an. Agar ruqyah tersebut  berhasil maka kita harus membaca ayat untuk menghancurkan ilmu sihir.

Lantas, ayat apa sajakah yang harus dibaca tersebut? Berikut informasi selengkapnya sebagaimana dikutip infoyunik.com

1. Al Baqarah Ayat 102

Ayat pertama yang dapat digunakan untuk menghancurkan sihir terdapat dalam surah Al-Baqarah ayat 102. Allah Ta’ala berfirman:

وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَىٰ مُلْكِ سُلَيْمَانَ ۖ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَٰكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ ۚ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ ۖ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ ۚ وَمَا هُم بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنفَعُهُمْ ۚ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ ۚ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنفُسَهُمْ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.”


2. Al A’raaf Ayat 117-122

Surah selanjutnya yang dapat menghancurkan ilmu sihir yakni QS. Al-A’raaf ayat 117-122. Allah Ta’ala berfirman:

وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنْ أَلْقِ عَصَاكَ ۖ فَإِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ () فَوَقَعَ الْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ () فَغُلِبُوا هُنَالِكَ وَانقَلَبُوا صَاغِرِينَ () وَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سَاجِدِينَ – 7:120قَالُوا آمَنَّا بِرَبِّ الْعَالَمِينَ () رَبِّ مُوسَىٰ وَهَارُونَ

“Dan Kami wahyukan kepada Musa: ‘Lemparkanlah tongkatmu!’. Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan. Karena itu nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan. Maka mereka kalah di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina. Dan ahli-ahli sihir itu serta merta meniarapkan diri dengan bersujud. Mereka berkata: ‘Kami beriman kepada Tuhan semesta alam, (yaitu) Tuhan Musa dan Harun’.”

Di dalam ayat tersebut, Allah SWT memberitahukan bahwa Dia telah mewahyukan kepada hamba dan Rasul-Nya, Musa as. dalam situasi yang sangat genting.


Yakni situasi untuk membedakan yang haq dan yang bathil. Kemudian Allah memerintahkan kepada Musa agar melemparkan tongkat yang ada di tangan kanannya.

Fa idzaa Hiya talqafu (“Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan.”) Maksudnya memakan. Maa ya’fikuun (“Apa yang mereka sulapkan.”) Yaitu, apa yang telah mereka lemparkan dan apa yang mereka buat seakan-akan nyata, padahal sebenarnya adalah bathil.

Ibnu ‘Abbas berkata: “Lalu tongkat Musa itu tidaklah melewati tali-tali dan tongkat-tongkat mereka itu melainkan ditelannya. Akhirnya para ahli sihir itu mengetahui bahwa hal itu merupakan sesuatu yang datang dari langit dan bukan sihir. Maka mereka pun meniarapkan diri dengan bersujud seraya mengatakan: aamannaa bi rabbil ‘aalamiina rabbi muusaa wa Haaruuna (“Kami beriman kepada Rabb semesta alam. Yaitu Rabb Musa dan Harun.”)

Muhammad bin Ishaq berkata: “Tongkat Musa itu mengejar tali-tali dan tongkat-tongkat mereka satu persatu sehingga apa yang mereka lemparkan itu tidak terlihat lagi di lapangan.”

Setelah itu, Musa as. mengambil kembali tongkatnya seperti sediakala. Dan para ahli sihir itu pun bersujud seraya berkata,

“Kami beriman kepada Rabb semesta alam, yaitu Rabb Musa dan Harun. Seandainya ia adalah seorang tukang sihir, niscaya ia tidak dapat mengalahkan kami.”


3. Yunus Ayat 81-82:

Ayat terakhir yang juga dapat digunakan untuk menghancurkan sihir ialah QS. Yunus ayat 81-82. Allah SWT berfirman:

فَلَمَّا أَلْقَوْا قَالَ مُوسَىٰ مَا جِئْتُم بِهِ السِّحْرُ ۖ إِنَّ اللَّهَ سَيُبْطِلُهُ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِدِينَ () وَيُحِقُّ اللَّهُ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُونَ

“Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata: “Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidak benarannya” Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-yang membuat kerusakan.Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya)”

4. Thaha ayat 69

Surah terakhir yaitu QS. Thaha ayat 69, Allah Ta’ala berfirman:

وَأَلْقِ مَا فِي يَمِينِكَ تَلْقَفْ مَا صَنَعُوا ۖ إِنَّمَا صَنَعُوا كَيْدُ سَاحِرٍ ۖ وَلَا يُفْلِحُ السَّاحِرُ حَيْثُ أَتَىٰ

“Dan lemparkanlah apa yang ada ditangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. “Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang.”

Jika orang-orang yang terkena sihir ataupun gangguan jin kemudian dibacakan ayat-ayat di atas, maka mereka akan merasakan tanda-tanda khusus.

Di antaranya yaitu akan ada rasa yang menjalar di tubuh, bergetar atau kesemutan dari ujung badan/persendian. Ada pula yang merasakan sakit kepala yang hebat serta sesahk napas.

Demikianlah informasi mengenai ayat-ayat yang bisa dibacakan ketika seseorang terkena sihir dari orang-orang yang mengerjakan kebathilan. Semoga bisa menjadi sumber referensi bagi kita untuk menolong orang lain yang terkena sihir.