Showing posts with label teknologi. Show all posts
Showing posts with label teknologi. Show all posts
Begini Cara Xiaomi agar Bisa Jualan Smartphone di Kandang iPhone

Begini Cara Xiaomi agar Bisa Jualan Smartphone di Kandang iPhone

Xiaomi Mi Note 3 Setelah merambah pasar Eropa, smartphone buatanXiaomi bakal masuk ke pasar Amerika Serikat. Xiaomi dikabarkan tengah bernegosiasi dengan sejumlah perusahaan operator serta penyedia layanan jaringan nirkabel.
Dua operator terbesar, yaitu AT&T dan Verizon Communication tengah didekati agar mau menjual smartphone Xiaomi di pasar Amerika Serikat.
Sangat penting bagi Xiaomi untuk mendekati operator seluler setempat untuk memuluskan jalan masuk ke AS. Alasannya, konsumen di AS lebih banyak membeli smartphone bersama paket bundling yang ditawarkan operator atau sistem kontrak.
Informasi ini dibocorkan sumber yang dekat dengan industri smartphone di AS. Sumber ini mengatakan, proses negosiasi masih berlangsung dan kesepakatan masih bisa saja batal, seperti dirangkum KompasTekno dari Bloomberg, Selasa (19/12/2017).
Meski demikian, Xiaomi menargetkan dapat bersaing di pasar ponsel Amerika Serikat mulai tahun depan. Namun mengingat operator setempat yang memberikan syarat yang cukup berat dan lisensi yang sulit didapat, tampaknya Xiaomi akan membutukan waktu lebih lama.
Menurut Direktur Produk Smartphone Xiaomi, Wang Xiang, smartphone Xiaomi bisa saja baru beredar di AS dua tahun lagi.
Langkah Xiaomi memperluas pasar smartphone ke negeri Paman Sam mungkin bakal sangat berat. Pasalnya, Xiaomi harus bersaing ketat dengan iPhone di kandang sendiri. Belum lagi vendor smartphone lain, seperti Samsung, Huawei, dan LG.
 
Tahun ini, Apple tercatat sebagai vendor ponsel yang mendominasi pasar ponsel pintar di AS. Disusul oleh Samsung dan LG yang menempati posisi kedua dan ketiga. 
 
Namun, kesempatan Xiaomi untuk bersaing di pasar ponsel Amerika Serikat belum tertutup. Sebab vendor China lebih sering menawarkan harga produk yang lebih rendah. Contohnya, iPhone dibanderol dengan harga kisaran 800-999 dollar AS (sekitar Rp 10 juta - Rp 13,5 juta). Sedangkan rata-rata ponsel China dihargai sekitar 400 dollar AS (Rp 5,4 juta). 
Sebelum masuk ke pasar smartphone, Xiaomi telah melakukan pengenalan merek Xiaomi ke AS dengan memperkenalkan produk di luar smartphone. Beberapa produk seperti alat pendeteksi kesehatan, penyedot debu, pengatur suhu mesin (thermostat) telah dijual Xiaomi di pasar AS melalui toko retail dan toko online.

10 Smartphone dengan Kamera Terbaik 2017

Sepanjang 2017, para pabrikan smartphone berupaya unjuk gigi menghadirkan kamera berkualitas prima. Kamera gandaalias dual-camera menjadi tren, tak hanya pada perangkat flagship tapi juga yang menyasar kelas menengah ke bawah.

Kamera Google Pixel 2
Efek buram alias blur tak lagi menjadi kemewahan kamera profesional semacam DSLR, tetapi bisa pula diperoleh dengan kamera smartphone. Selain itu, tangkapan luas alias wide-angle pun sudah menjadi lazim di kamera smartphone.
Selengkapnya, berikut 10 smartphone yang dinilai memiliki kamera terbaik, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Sabtu (30/12/2017), dari GSMArena.
1. Google Pixel 2 dan Google Pixel 2 XL
Situs referensi pengujian kualitas gambar perangkat digital, DXOMark, pada Oktober 2017 lalu menobatkan Google Pixel 2 dan Pixel 2 XL sebagai smartphone dengan kamera terbaik. Adapun pengujiannya mencakup kualitas exposure dan kontras, akurasi warna, noise, zoom, dan bokeh.
Menurut DXOMark, lini Google Pixel 2 mampu menangkap detail gambar dengan baik di area terang maupun gelap, bahkan dalam keadaan kontrasi tinggi seperti di bawah matahari saat tengah hari.
Google Pixel 2 dan Pixel 2 XL mampu membuktikan kebolehannya, padahal smartphone tersebut tidak mengusung kamera gandasebagaimana pabrikan lainnya.
Rahasianya ada pada teknologi software buatan Google, sekaligus fitur-fitur semacam dual-pixel autofocus dan penstabil goyangan mekanik (OIS) dan elektronik (EIS). Kamera Google Pixel 2 dan Pixel 2 XL juga memiliki sensor berukuran lebih kecil 1/2,6 inci dengan resolusi 12 megapiksel yang dipasangkan dengan lensa berbukaan f/1.8.
2. Samsung Galaxy Note 8 dan Galaxy S8
Galaxy Note 8 memiliki fitur layar Infinity Display, namun bagian sisinya tidak melengkung.
Galaxy Note 8 memiliki fitur layar Infinity Display, namun bagian sisinya tidak melengkung.(Reska K. Nistanto/KOMPAS.com)

Samsung Galaxy S8 memiliki kamera yang kompeten untuk mereduksi noise. Dibekali fitur OIS, kamera Galaxy S8 dikatakan mampu merekam video yang bebas dari guncangan.
Sementara itu, Galaxy Note 8 adalah portofolio Samsung pertama yang mengusung dual-camera. Masing-masing berkualitas 12 megapiksel, satu untuk pembidikan wide-angle dan satunya lagi untuk telephoto.
Dengan begitu, pengguna bisa membidik foto portrait dengan efek blur yang menawan. Selain itu, efek blur juga bisa diganti-ganti fokusnya sesuka hati dengan fitur Live Focus.
3. LG V30 dan LG G6
LG V30 Plus
LG V30 Plus(Reska K. Nistanto/KOMPAS.com)

LG bisa dibilang sebagai inisiator tren kamera wide-angle, baik untuk lanskap maupun selfie. LG V30 sendiri menghadirkan perspektif wide-angle dengan kualitas selayaknya action camera.
LG V30 adalah smartphone paling andal dari sang pabrikan Korea Selatan sepanjang 2017. Untuk kualitas kamera serupa namun dengan spesifikasi sedikit lebih rendah, ada pilihan lain yang diberikan yakni LG G6. 
4. iPhone X dan iPhone 8 Plus
Tampilan layar ini muncul saat pengguna pertama kali menyalakan iPhone X
Tampilan layar ini muncul saat pengguna pertama kali menyalakan iPhone X(Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.com)

Apple meningkatkan kualitas kamera pada lini iPhone 8 dan iPhone X secara signifikan. Menggunakan dual-camera yang masing-masing berkualitas 12 megapiksel, iPhone 8 dan iPhone X menghadirkan hasil foto portrait yang tajam dan dalam.
Selain itu, ada fitur-fitur pelengkap yang membuat hasil foto tampak dibidik di studio dengan pencahayaan berkelas.
Resmi, Arloji Pintar Samsung Gear S3 Dijual Mulai Rp 5,9 Jutaan

Resmi, Arloji Pintar Samsung Gear S3 Dijual Mulai Rp 5,9 Jutaan

Arloji pintar Samsung Gear S3 Varian Classic (ki) dan Frontier (ka).(Wearable)

Salah satu "primadona" di ajang IFA 2015 adalah Samsung Gear S2. Arloji pintar tersebut berpenampilan layaknya arloji normal untuk aktivitas sehari-hari.
Tahun ini, pada IFA 2016 yang kembali digelar di Berlin, Jerman, Samsung memperkenalkan penerus dari perangkat tersebut. Dinamakan Gear S3, jam tangan pintar ini hadir dalam dua varian, yakni Classic dan Frontier.
Kedua lini tersebut masih mempertahankan layar bulat yang dibingkai bezel. Beberapa fiturnya pun sama, hanya ada perbedaan kecil pada desain dan konektivitas.
Keduanya sama-sama dilengkapi prosesor 1 GHz dual-core dan RAM 758 MB. Baik Classic dan Frontier menjalankan sistem operasi Tizen.
Spesifikasi lainnya, kedua varian Gear S3 dibekali layar Super AMOLED berbentang 1,3 inci dengan dukungan resolusi 360 x 360. Ukurannya cukup besar, yakni 46 mm.
Layar ini juga masih dilindungi dengan kaca tangguh Gorilla SR+ buatan Corning.
Dimensi tersebut meningkat dari Gear S2 yang memiliki layar berbentang 1,2 inci dan ukuran 42 mm.
Diperbesarnya ukuran tersebut membuat Samsung lebih leluasa memperbesar baterai. Gear S3 dilengkapi baterai 380 mAh, melebihi Gear S2 dengan baterai 250 mAh.
Dua varian Gear S3 sudah memiliki kemampuan anti air dan anti debu bersertifikasi IP68. Samsung mengklaim dua lini teranyarnya sudah dites pada kondisi standar militer, mencakup temperatur tinggi dan rendah, serta vibrasi ekstrim.
Gear S3 Classic
Varian Classic yang merupakan penerus orisinil Gear S2 memiliki desain lebih minimalis, sebagaimana dilaporkan TheVerge dan dihimpun KompasTekno, Kamis (1/9/2016).
Tampilannya seperti arloji analog dengan tubuh berbalut stainless steel.Beberapa tombol berbalut metal diletakan pada sisian bingkai layar.
Bobotnya pun lebih ringan, yakni cuma sekitar 57 gram. Dari segi konektivitas, Classic mendukung Wi-Fi dan Bluetooth.
Gear S3 Frontier
Sementara itu, varian Frontier lebih garang dan ditujukan bagi Anda yang gemar berpetualang. Modelnya cocok untuk menemani aktivitas outdoor.
Tombol navigasinya menyatu sebagai tekstur bodi. Bobotnya pun lebih berat, yakni 62 gram. Soal konektivitas, Frontier sudah kompatibel dengan jaringan LTE melalui fitur NumberSync.
Fitur tersebut memungkinkan pengguna menerima dan mengirim SMS maupun telepon di arloji pintar dengan nomor yang sama pada ponsel.
Harga Gear S3 di Eropa dimulai 445 dollar AS atau setara Rp 5,9 jutaan. Belum jelas kapan perangkat itu bakal masuk ke Tanah Air.
Canon EOS M100, Ringkas dan Mudah Digunakan

Canon EOS M100, Ringkas dan Mudah Digunakan

Foto: Dok. Enche TjinFoto: Dok. Enche Tjin
Jakarta - Kamera mirrorless makin populer di Indonesia karena ukurannya yang kecil dan mudah digunakan. Canon yang terkenal sebagai produsen kamera digital pemula sampai profesional tentunya tidak ingin ketinggalan dan dalam beberapa tahun terakhir mengembangkan kamera mirrorless Canon EOS M. 

Canon M100 adalah salah satu kamera terbaru yang dirilis akhir 2017. Kamera ini dilengkapi dengan 24.2 MP APS-C sensor dengan Dual Pixel autofocus dan procesor DIGIC 7. Canon M100 tersedia dengan tiga jenis warna: hitam, abu-abu dan putih.

Canon M100 memiliki fitur-fitur yang memudahkan penghobi fotografi antara lain built-in Wifi, layar LCD yang bisa diputar ke atas untuk selfie, dan flash. Bluetooth juga tersedia supaya kamera bisa selalu terhubung dengan ponsel. 

Kamera ini mempertahankan ukuran yang ramping dan ringan (302 gram saja) dan dilengkapi dengan mode Creative Assist untuk membantu pemula untuk mendapatkan hasil foto sesuai keinginan.

Sekilas dari fisiknya, Desain M100 tidak berbeda dengan kamera pendahulunya, Canon M10, tapi ada beberapa peningkatan yang penting yaitu kualitas gambar yang telah ditingkatkan dari sensor 18MP ke 24MP. 

Kualitas processor juga sudah lebih cepat, yaitu dari DIGIC 6 ke DIGIC 7. Akibatnya, kinerja/kecepatan foto berturut-turut lebih cepat, dan kualitas gambar yang dihasilkan kamera ini sama dengan kamera mirrorless dan DSLR Canon yang lebih canggih seperti Canon EOS M5 atau M6.

Peningkatan lain yang berarti adalah sistem autofokusnya telah mengunakan sistem Dual Pixel, sehingga kinerja autofokus sudah cepat, dan bisa mengikuti subjek yang bergerak dengan cukup baik untuk foto dan video. 

Sistem ini juga digunakan di Canon M5 dan M6. Bagi pengguna Canon EOS M1, 2, 3 dan M10 akan merasakan peningkatan kecepatan yang cukup signifikan saat mengunakan M100.

Memotret dengan Canon M100 ini sangat sederhana bagi yang telah berpengalaman atau pemula, karena sebagian besar kendali kamera melalui layar LCD sentuh. Bagi yang belum pernah belajar fotografi, mode otomatis akan sangat membantu. Bagi yang berpengalaman, tersedia mode manual, aperture priority, shutter priority dan program. 

Untuk fokus, pengguna bisa menyentuh layar di area yang ingin difokuskan. Layar LCD sentuh juga bisa dilipat ke atas untuk foto dari sudut rendah (low angle), tapi LCD ini tidak bisa ditekuk mengarah ke bawah untuk memotret dari sudut tinggi (high angle). 

Meskipun kamera ini ditujukan ke pemula, ada beberapa fitur yang biasanya hanya ditemui di kamera DSLR Canon tingkat atas juga masih ada dalam kamera ini, yakni spot metering, dan WB Kelvin. 

Sayangnya, ada hal yang membatasi kamera ini untuk keperluan profesional adalah tidak adanya hotshoe untuk memasang flash atau mic external, dan tidak ada opsi untuk memasang jendela bidik elektronik.

Pengalaman memotret dengan Canon EOS M100

Saya berkesempatan membawa kamera Canon M100 gray dan lensa Canon EF-S 22mm f/2 dalam trip India dan saya coba dalam berbagai kondisi baik kondisi terang maupun gelap. Kualitas sangat baik di kondisi terang, dan warna hasil foto saturasinya cukup tinggi. Karena bukaan lensa 22mm f/2 yang besar, kombinasi kamera dan lensa ini mampu membuat latar belakang blur, memberikan efek tiga dimensi. 

Kualitas gambar di kondisi gelap cukup baik, saya tidak ragu untuk mengunakan ISO 1600, bahkan 3200 dalam kondisi yang sangat gelap. Untuk traveling, kombinasi kamera dan lensa ini sangat ringkas dan ringan. 

Adapun kelemahan kamera ini adalah suara shutter saat menjepret yang cukup keras, dan ada sedikit jeda / lag untuk dibanding kamera yang lebih canggih. Untuk foto subjek bergerak, saya harus mengantisipasinya dengan menekan lebih cepat atau memotret berturut-turut dengan continuous shooting. 

Selain itu, bahan material kamera sebagian besar dari plastik, tidak tahan air atau debu. Pilihan lensa juga cukup terbatas terutama lensa fix, meskipun demikian kamera mirrorless ini bisa mengunakan lensa DSLR Canon dengan mengunakan adaptor.

Berikut hasil Jepretan Canon EOS M100:

ISO 200, f/5.6, 1/2000 detik, Canon M100, Canon 22mm f/2.ISO 200, f/5.6, 1/2000 detik, Canon M100, Canon 22mm f/2. - Foto: Dok. Enche Tjin

 ISO 2500, f/2, 1/160 detik, Canon M100, Canon 22mm f/2.ISO 2500, f/2, 1/160 detik, Canon M100, Canon 22mm f/2. Foto: Dok. Enche Tjin

ISO 200, f/3.5, 1/500 detik, Canon EOS M100, Canon 22mm f/2.ISO 200, f/3.5, 1/500 detik, Canon EOS M100, Canon 22mm f/2. Foto: Dok. Enche Tjin

ISO 200, f/5.6, 1/500 detik, Canon M100, Canon 22mm f/2ISO 200, f/5.6, 1/500 detik, Canon M100, Canon 22mm f/2 Foto: Dok. Enche Tjin

ISO 3200, f/2, 1/250 detik, Canon EOS M100, Canon 22mm f/2ISO 3200, f/2, 1/250 detik, Canon EOS M100, Canon 22mm f/2 Foto: Dok. Enche Tjin


Kelebihan Canon M100

+ Ukuran ringkas, ringan
+ Mudah digunakan terutama dengan layar touchscreen & wifi
+ Kualitas gambar setara kamera DSLR atau mirrorless Canon keluaran 2016-2017
+ Ada pengaturan yang biasanya hanya direserve untuk kamera Canon yang canggih, seperti spot metering dan WB Kelvin

Kelemahan Canon M100

- Bahan material kamera sebagian besar dari plastik
- Suara shutter agak keras, tidak ada pilihan electronic shutter yang senyap
- Ada sedikit lag saat memotret (sekitar 0.1 detik)
- Tidak memiliki hotshoe

Kesimpulan

Canon M100 adalah kamera mirrorless pemula yang ringkas mudah digunakan dan secara umum menghasilkan kualitas gambar yang baik. Cocok untuk pemula yang mencari kamera yang ringkas terjangkau dan compact untuk jalan-jalan santai, tapi tidak cocok untuk penggemar fotografi serius dan profesional karena tidak memiliki hotshoe dan kinerjanya sedikit pelan.

Canon EOS M10 dijual dengan paket lensa 15-45mm dengan harga Rp 7.550.000, atau double kit EF 15-35mm f/3.5-6.3 IS STM + EF-M 22mm f/2.0 STM dengan harga Rp 9.450.000.


(asj/rou)

https://inet.detik.com/review-produk/d-3765351/canon-eos-m100-ringkas-dan-mudah-digunakan

Asus NovaGo, Laptop Pertama Berotak Snapdragon 835

Hawaii - Di Qualcomm Snapdragon Tech Summit 2017, Asus mengenalkan perangkat bernama NovaGo. Laptop ini menjadi salah satu perangkat pertama yang berotak Snapdragon 835.
-