Showing posts with label islam. Show all posts
Showing posts with label islam. Show all posts
Dahsyatnya Siksa KuburIni Amalan Penyelamat Siksa Kubur Yang Kerap Diabaikan

Dahsyatnya Siksa KuburIni Amalan Penyelamat Siksa Kubur Yang Kerap Diabaikan


Mati adalah keniscayaan bagi setiap makhluk. Khusus untuk manusia, mati membawa konsekuensi berupa partanggung jawaban atas apa yang dilakukan di dunia. Pertanggung jawaban ini dimulai sejak dia berada dalam alam kubur.
Imam Ibnu Qayyim al-Jauziy mengisahkan tentang prosesi seorang hamba yang kafir ketika nyawanya dicabut hingga mendapatkan pertanyaan di dalam kubur. Kisah ini diambil dari hadis al-Bara bin Azib.
Ketika itu, Nabi Muhammad SAW mendatangi mereka yang sedang mengurus jenazah di Baqi’ al-Fardad. Rasulullah SAW berkata jika hamba itu menuju akhirat dan terputus dari dunia maka para malaikat turun kepadanya dengan wajah menghitam. Malaikat itu membawa kain tenun yang kasar. Mereka duduk sejauh mata memandang. Malaikat pencabutnya datang hingga duduk di dekat kepalanya seraya berkata, Hai jiwa yang kotor, keluarlah kepada kemurkaan Allah dan kemarahan-Nya.
Rohnya lantas berpencar-pencar di badannya. Malaikat itu pun mencabut rohnya sebagaimana dia mencabut besi tusuk dari kain wol yang basah. Jika malaikat pencabut nyawa sudah mengambil rohnya, malaikat lain tidak membiarkan roh itu ada di tangan malaikat pencabut nyawa sekejap mata pun hingga mereka meletakkannya di atas kain itu. Kain itu mengeluarkan bau busuk seperti bau bangkai di bumi. Para malaikat membawanya naik. Mereka tidak melewati sekumpulan malaikat melainkan bertanya, Apa bau yang busuk ini?
Para malaikat yang membawa rohnya menjawab, Dia fulan bin fulan. Sebutannya begitu buruk sebagaimana namanya dipanggil di dunia. Langit itu tidak terbuka ketika diminta untuk dibukakan baginya. Rasulullah SAW pun membacakan ayat, Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit, dan tidak (pula)mereka masuk ke surga hingga unta masuk ke lubang jarum. (QS al-Araf: 40).
Allah SWT berfirman, Tulislah kitabnya di dalam penjara di bumi yang bawah. Rohnya dilemparkan dengan sekali lemparan. Nabi SAW kemudian membacakan ayat, Dan barang siapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka seolah-olah ia jatuh dari langit lalu disambar oleh burung atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh. (QS al-Hajj:31).
Rohnya lantas dikembalikan ke badan. Setelah itu, dua malaikat mendatanginya seraya bertanya, Siapakah Rabbmu? Dia menjawab, Hah-hah, aku tidak tahu.
Siapakah orang yang diutus di tengah kalian ini? tanya dua malaikat. Hah-hah, aku tidak tahu, jawabnya.
Lalu, ada penyeru yang berseru dari arah langit. Hamba-Ku ini telah berdusta. Maka bentangkanlah neraka baginya dan bukakanlah pintu yang menuju neraka. Maka didatangkanlah kepada panas dan racun neraka dan kuburnya disempitkan hingga tulang-tulangnya terlepas. Dia didatangi seorang lelaki yang buruk wajahnya, buruk pakaiannya, dan mengelu- arkan bau busuk. Seraya berkata, Terimalah kabar yang menyedihkanmu. Inilah hari yang dijanjikan kepadamu.
Hamba itu bertanya, Siapa engkau? Wajahmu adalah wajah yang datang sambil membawa keburukan. Orang yang datang menjawab, Aku adalah amalmu yang buruk. Hamba itu berkata, Ya Rabbi, janganlah Engkau datangkan hari kiamat.
Di dalam buku ar-Ruh wan-Nafs karya al-Hafizh Abu Abdullah bin Mandah diterangkan bagaimana hamba yang kafir mendapatkan siksa kubur. Ketika roh dikembalikan lagi ke tempatnya berbaring, Munkar dan Nakir mendatanginya sambil menaburkan tanah dengan kedua taringnya. Mereka menggali tanah dengan rambutnya. Suaranya seperti halilintar yang menggelegar sementara pandangannya seperti kilat yang menyambar.
Dua malaikat ini mendudukkan mayat itu kemudian berkata, Siapakah Rabbmu?
Dia menjawab, Aku tidak tahu. Kemudian, ada yang berseru dari arah samping kubur. Kamu memang tidak tahu. Malaikat Munkar dan Nakir memukulinya dengan tongkat besi. Meski timur dan barat menyatu, puukulan ini tidak berkurang. Kuburnya pun menyempit hingga tulang- tulang rusuknya tercecer. Pintu neraka dibukakan di hadapannya. Dia melihat tempat duduk di dalam neraka itu hingga tiba hari kiamat.
Macam-macam Siksa Kubur
1. Diperlihatkan neraka jahannam
النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا‎ ‎غُدُوًّا وَعَشِيًّا
“Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang.” (Ghafir: 46)
Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا مَاتَ‏‎ ‎عُرِضَ عَلَيْهِ مَقْعَدَهُ‏‎ ‎بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ، إِنْ‏‎ ‎كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ‏‎ ‎فَمِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، وَإِنْ‏‎ ‎كَانَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَمِنْ‏‎ ‎أَهْلِ النَّارِ فَيُقَالُ: هَذَا‎ ‎مَقْعَدُكَ حَتَّى يَبْعَثَكَ‏‎ ‎اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Sesungguhnya apabila salah seorang di antara kalian mati maka akan ditampakkan kepadanya calon tempat tinggalnya pada waktu pagi dan sore. Bila dia termasuk calon penghuni surga, maka ditampakkan kepadanya surga. Bila dia termasuk calon penghuni neraka maka ditampakkan kepadanya neraka, dikatakan kepadanya: ‘Ini calon tempat tinggalmu, hingga Allah Subhanahu wa Ta’ala membangkitkanmu pada hari kiamat’.” (Muttafaqun ‘alaih)
2. Dipukul dengan palu dari besi
Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
فَأَمَّا الْكَافِرُ‏‎ ‎وَالْمُنَافِقُ فَيَقُولَانِ لَهُ:‏‎ ‎مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا‎ ‎الرَّجُلِ؟ فَيَقُولُ: لَا‎ ‎أَدْرِي، كُنْتُ أَقُولُ مَا‎ ‎يَقُولُ النَّاسُ. فَيَقُولَانِ:‏‎ ‎لَا دَرَيْتَ وَلَا تَلَيْتَ. ثُمَّ‏‎ ‎يُضْرَبُ بِمِطْرَاقٍ مِنْ حَدِيدٍ‏‎ ‎بَيْنَ أُذُنَيْهِ فَيَصِيحُ‏‎ ‎فَيَسْمَعُهَا مَنْ عَلَيْهَا‎ ‎غَيْرُ الثَّقَلَيْنِ
Adapun orang kafir atau munafik, maka kedua malaikat tersebut bertanya kepadanya: “Apa jawabanmu tentang orang ini (Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam)?” Dia mengatakan: “Aku tidak tahu. Aku mengatakan apa yang dikatakan orang-orang.” Maka kedua malaikat itu mengatakan: “Engkau tidak tahu?! Engkau tidak membaca?!” Kemudian ia dipukul dengan palu dari besi, tepat di wajahnya. Dia lalu menjerit dengan jeritan yang sangat keras yang didengar seluruh penduduk bumi, kecuali dua golongan: jin dan manusia.” (Muttafaqun ‘alaih)
3. Disempitkan kuburnya, sampai tulang-tulang rusuknya saling bersilangan, dan didatangi teman yang buruk wajahnya dan busuk baunya
Dalam hadits Al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu yang panjang, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang orang kafir setelah mati:
فَأَفْرِشُوهُ مِنَ النَّارِ‏‎ ‎وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا مِنَ‏‎ ‎النَّارِ؛ فَيَأْتِيهِ مِنْ‏‎ ‎حَرِّهَا وَسُمُومِهَا وَيَضِيقُ‏‎ ‎عَلَيْهِ قَبْرُهُ حَتَّى‎ ‎تَخْتَلِفَ فِيهِ أَضْلاَعُهُ‏‎ ‎وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ قَبِيحُ‏‎ ‎الْوَجْهِ قَبِيحُ الثِّيَابِ‏‎ ‎مُنْتِنُ الرِّيحِ فَيَقُولُ:‏‎ ‎أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُوؤُكَ،‏‎ ‎هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ‏‎ ‎تُوعَدُ. فَيَقُولُ: مَنْ أَنْتَ،‏‎ ‎فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ الَّذِي‎ ‎يَجِيءُ بِالشَّرِّ. فَيَقُولُ:‏‎ ‎أَنَا عَمَلُكَ الْخَبِيثُ.‏‎ ‎فَيَقُولُ: رَبِّ لَا تُقِمِ‏‎ ‎السَّاعَةَ
“Gelarkanlah untuknya alas tidur dari api neraka, dan bukakanlah untuknya sebuah pintu ke neraka. Maka panas dan uap panasnya mengenainya. Lalu disempitkan kuburnya sampai tulang-tulang rusuknya berimpitan. Kemudian datanglah kepadanya seseorang yang jelek wajahnya, jelek pakaiannya, dan busuk baunya. Dia berkata: ‘Bergembiralah engkau dengan perkara yang akan menyiksamu. Inilah hari yang dahulu engkau dijanjikan dengannya (di dunia).’ Maka dia bertanya: ‘Siapakah engkau? Wajahmu adalah wajah yang datang dengan kejelekan.’ Dia menjawab: ‘Aku adalah amalanmu yang jelek.’ Maka dia berkata: ‘Wahai Rabbku, jangan engkau datangkan hari kiamat’.” (HR. Ahmad, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Al-Hakim)
4. Dirobek-robek mulutnya, dimasukkan ke dalam tanur yang dibakar, dipecah kepalanya di atas batu, ada pula yang disiksa di sungai darah, bila mau keluar dari sungai itu dilempari batu pada mulutnya
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Jibril dan Mikail ‘alaihissalam sebagaimana disebutkan dalam hadits yang panjang:
فَأَخْبِرَانِي عَمَّا رَأَيْتُ.‏‎ ‎قَالَا: نَعَمْ، أَمَّا الَّذِي‎ ‎رَأَيْتَهُ يُشَقُّ شِدْقُهُ‏‎ ‎فَكَذَّابٌ يُحَدِّثُ‏‎ ‎بِالْكَذْبَةِ فَتُحْمَلُ عَنْهُ‏‎ ‎حَتَّى تَبْلُغَ الْآفَاقَ‏‎ ‎فَيُصْنَعُ بِهِ إِلَى يَوْمِ‏‎ ‎الْقِيَامَةِ، وَالَّذِي‎ ‎رَأَيْتَهُ يُشْدَخُ رَأْسُهُ‏‎ ‎فَرَجُلٌ عَلَّمَهُ اللهُ‏‎ ‎الْقُرْآنَ فَنَامَ عَنْهُ‏‎ ‎بِاللَّيْلِ وَلَمْ يَعْمَلْ فِيهِ‏‎ ‎بِالنَّهَارِ يُفْعَلُ بِهِ إِلَى‎ ‎يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَالَّذِي‎ ‎رَأَيْتَهُ فِي الثَّقْبِ فَهُمُ‏‎ ‎الزُّنَاةُ، وَالَّذِي رَأَيْتَهُ‏‎ ‎فِي النَّهْرِ آكِلُوا الرِّبَا
“Beritahukanlah kepadaku tentang apa yang aku lihat.” Keduanya menjawab: “Ya. Adapun orang yang engkau lihat dirobek mulutnya, dia adalah pendusta. Dia berbicara dengan kedustaan lalu kedustaan itu dinukil darinya sampai tersebar luas. Maka dia disiksa dengan siksaan tersebut hingga hari kiamat. Adapun orang yang engkau lihat dipecah kepalanya, dia adalah orang yang engkau lihat dipecah kepalanya, dia adalah orang yang telah Allah ajari Al-Qur’an, namun dia tidur malam (dan tidak bangun untuk shalat malam). Pada siang hari pun dia tidak mengamalkannya. Maka dia disiksa dengan siksaan itu hingga hari kiamat. Adapun yang engkau lihat orang yang disiksa dalam tanur, mereka adalah pezina. Adapun orang yang engkau lihat di sungai darah, dia adalah orang yang makan harta dari hasil riba.” (HR. Al-Bukhari no. 1386 dari Jundub bin Samurah radhiyallahu ‘anhu)
5. Dicabik-cabik ular-ular yang besar dan ganas
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
فَإِذَا أَنَا بِنِسَاءٍ تَنْهَشُ‏‎ ‎ثَدْيَهُنَّ الْحَيَّاتُ،‏‎ ‎فَقُلْتُ: مَا بَالُ هَؤُلَاءِ؟‎ ‎فَقَالَ: اللَّوَاتِي يَمْنَعْنَ‏‎ ‎أَوْلَادَهُنَّ أَلْبَانَهُنَّ
“Tiba-tiba aku melihat para wanita yang payudara-payudara mereka dicabik-cabik ular yang ganas. Maka aku bertanya: ‘Kenapa mereka?’ Malaikat menjawab: ‘Mereka adalah para wanita yang tidak mau menyusui anak-anaknya (tanpa alasan syar’i)’.” (HR. Al-Hakim. hadits shahih dari Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu ‘anhu.”)
Amalan Penyelamat Siksa Kubur
Apa yang bisa menyelamatkan dari siksa kubur? Jawaban atas pertanyaan dapat disampaikan lewat dua sisi: global dan rinci. Jawaban secara global ialah dengan menghindari semua sebab yang mendatangkan siksa kubur.
Cara yang paling efektif, seseorang duduk barang sejenak sebelum tidur malam, lalu menghisab dirinya, apa kerugian dan keuntungan pada hari itu. Kemudian dia memperbarui taubat yang sebenar-benarnya antara dirinya dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, lalu tidur dalam keadaan taubat dan berjanji untuk tidak mengulangi dosa yang diperbuatnya jika dia bangun pada keesokan harinya.
Hal ini harus dilakukan setiap malam. Jika dia mati pada malam itu, maka dia mati dalam keadaan bertaubat, dan jika bangun, maka dia siap untuk bekerja dengan senang hati, karena ajalnya belum tiba, sehingga dia masih mempunyai kesempatan menghadap kepada Allah dan melakukan apa yang belum dilakukannya.
Tidak ada yang lebih bermanfaat bagi hamba selain dari cara tidur seperti ini. Apalagi jika disertai dengan dzikir kepada Allah dan melaksanakan sunnah-sunnah Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam menjelang tidur. Siapa yang Allah menghendaki kebaikan pada dirinya, tentu dia akan mendapat taufik-Nya.
Adapun jawaban secara rinci, dapat kami sampaikan beberapa hadits Rasulullah , berisi penjelasan tentang hal-hal yang dapat menyelamatkan dari siksa kubur.
Muslim meriwayatkan di dalam Shahih-nya, dari Salman r.a, dia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda, “Menyiapkan tali selama sehari semalam lebih baik daripada puasa sebulan beserta shalat malamnya. Jika dia meninggal, maka dia diberi balasan atas amal yang dilaksanakannya, diberi pahala berupa rezekinya dan dia selamat dari ujian (kubur).”
Dalam Jami’ At-Tirmidzi, dari hadits Fudhalah bin Ubaid, dari Rasulullah, beliau bersabda, “Setiap orang yang meninggal disudahi berdasarkan amalnya, kecuali orang yang meninggal dalam keadaan mempersiapkan tali kudanya di jalan Allah. Sesungguhnya amalnya ditumbuhkan baginya hingga hari kiamat dan dia selamat dari ujian kubur.”
Di dalam Sunan An-Nasa’i disebutkan dari Rusydain bin Sa’d, dari seseorang shahabat Nabi Shalallaahu ‘Alahi Wasallam, bahwa seorang laki-laki bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana orang-orang Mukmin mendapat siksa di dalam kubur mereka kecuali orang yang mati syahid?” Beliau menjawab, “Kilatan pedang yang berkelebat di atas kepalanya sudah cukup sebagai ujian.”
Dari Al-Miqdam bin Ma’fi Yakrib, dia berkata, “Rasulullah bersabda, “Orang mati syahid mempunyai enam perkara di sisi Allah: Dosanya diampuni pada percikan darahnya yang pertama, dia melihat tempat duduknya dari surga, dilindungi dari siksa kubur, selamat dari ketakutan yang besar, di atas kepalanya diletakkan mahkota kewibawaan, yaqut baginya lebih baik daripada dunia dan seisinya, menikah dengan tujuh puluh dua bidadari, dan dia dapat memintakan syafaat bagi tujuh puluh kerabatnya.”
Dari Ibnu Abbas r.a, dia berkata, “Seseorang dari shahabat Rasulullah mendirikan kemah di atas sebuah kuburan, dan dia tidak menyangka bahwa di tempat itu ada kuburannya. Ternyata itu adalah kuburan orang yang membaca surat Al-Mulk hingga selesai ketika meninggalnya. Maka shahabat itu menemui beliau seraya berkata, “Wahai Rasulullah, aku mendirikan kemah di atas sebuah kuburan dan aku tidak menyangka bahwa di tempat itu ada kuburannya. Ternyata itu adalah kuburan orang yang membaca surat Al-Mulk hingga selesai ketika meninggalnya.”
Maka beliau bersabda, “Surat Al-Mulk adalah pencegah dan penyelamat, yang menyelamatkan orang itu dari siksa kubur.”
Di dalam Musnad Abd bin Humaid, dari Ibrahim bin Al-Hakam, dari ayahnya, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas r.a, bahwa dia berkata kepada seseorang, “Sudikah engkau jika aku menyampaikan sebuah hadits yang membuatmu merasa senang?”
Orang itu menjawab, “Ya.”
Ibnu Abbas berkata, “Bacalah surat Al-Mulk, hapalkanlah ia dan ajarkan pula kepada istrimu, anakmu, anggota keluargamu dan tetangga-tetanggamu, karena surat Al-Mulk adalah penyelamat dan penentang yang menentang pada hari kiamat di sisi Rabb-nya bagi kepentingan pembacanya, ia meminta agar Allah menyelamatkannya dari siksa neraka jika ia berada di dalam neraka, dan agar Allah menyelamatkannya dari siksa kubur.”
Lalu Rasulullah bersabda, “Aku ingin sekiranya hal itu ada dalam hati setiap orang dari umatku.”
Abu Umar bin Abdil-Barr berkata, “Ada riwayat yang shahih dari Rasulullah, beliau bersabda, “Sesungguhnya surat (Al-Mulk) sebanyak tiga puluh ayat dapat memberi syafaat kepada pembacanya, hingga dosanya diampuni.”
Di dalam Sunan Ibnu Majah disebutkan dari hadits Abu Hurairah r.a, dan dia memarfu’kannya, “Barangsiapa meninggal dunia karena sakit perut, maka dia meninggal sebagai syahid dan dia dilindungi dari siksa kubur, diberi makan dan diberi keuntungan berupa rezeki dari surga.”
Di dalam Sunan An-Nasa’i disebutkan dari Jami’ bin Syaddad, dia berkala, “Aku pernah mendengar Abdullah bin Yasykur berkata, “Aku pernah duduk bersama Salman bin Sharshad dan Khalid bin Urfuthah, lalu banyak orang yang bercerita tentang seseorang yang meninggal karena sakit perut, sementara Salman dan Khalid ini ingin sekali menyaksikan jenazah orang itu. Maka salah seorang di antara mereka berdua berkata kepada temannya, “Bukankah Rasulullah bersabda, “Barangsiapa meninggal karena sakit perut, maka dia tidak disiksa di kubur.”
Ada pula hadits tentang sesuatu yang bisa menyelamatkan dari siksa kubur, yaitu hadits yang diriwayatkan Abu Musa Al-Madini, yang alasannya dijelaskan di dalam kitabnya, At-Targhib wat-Tarhib, dan dia pun menguraikannya. Dia meriwayatkannya dari hadits Al-Faraj bin Fudhalah, dia berkata, “Kami diberitahu Hilal Abu Jabalah, dari Sa’id bin Al-Musayyab, dari Abdurrahman bin Samurah, dia berkata, “Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam mendatangi kami, yang ketika itu kami berada di Shuffah, tempat yang biasa dihuni orang-orang fakir miskin, di Madinah. Beliau berdiri di hadapan kami seraya bersabda, “Semalam aku bermimpi yang benar-benar menakjubkan. Aku melihat seorang laki-laki dari umatku yang dikepung syetan-syetan. Dia didatangi dzikir kepada Allah, yang membuat syetan-syetan itu terbang menjauhinya.
Aku juga melihat laki-laki lain dari umatku yang dikepung para malaikat adzab. Dia didatangi shalat, yang membuatnya selamat dari tangan-tangan para malaikat itu. Aku juga melihat seorang laki-laki dari umatku yang menjulur-julurkan lidahnya karena kehausan. Setiap kali dia mendekati kubangan air, dia dicegah dan diusir. Lalu dia didatangi puasa bulan Ramadhan, yang membuat bisa mendapatkan air minum hingga kenyang.
Aku juga melihat seorang laki-laki dari umatku dan para nabi yang duduk membentuk suatu lingkaran. Setiap kali orang itu mendekat ke lingkaran para nabi itu, maka dia dicegah dan diusir. Lalu dia didatangi kesuciannya dari junub, yang menghela tangannya dan mendudukkannya di sisiku.
Aku juga melihat seorang laki-laki dari umatku yang dikelilingi kegelapan, dari depan, belakang, samping kiri dan kanannya, atas dan bawahnya, dan dia dalam keadaan bingung dalam kegelapan itu. Lalu dia didatangi haji dan umrahnya, lalu mengeluarkannya dari kegelapan itu dan memasukkannya ke tempat yang terang bercahaya.
Aku juga melihat seorang laki-laki dari umatku yang ketakutan oleh kobaran api dan jilatannya. Lalu dia didatangi shadaqahnya, sehingga shadaqah itu menjadi tabir antara dirinya dan api, dan juga menjadi lindungan bagi kepalanya.
Aku juga melihat seorang laki-laki dari umatku yang berbicara kepada orang-orang Mukmin, tapi mereka tidak mau berbicara kepadanya. Lalu dia didatangi silaturrahimnya, yang berkata, ‘Wahai semua orang Mukmin, dia adalah orang yang suka bersilaturrahim. Maka berbicaralah kepadanya.’ Maka mereka pun berbicara kepadanya dan menyalaminya, sehingga dia pun menyalami mereka.
Aku juga melihat seorang laki-laki dari umatku yang dikepung kalajengking. Lalu didatangi amar ma’ruf nahi munkar-nya, sehingga dia selamat dari sengatan kalajengking itu.
Aku juga melihat seorang laki-laki dari umatku yang berlutut, yang antara dirinya dan Allah ada tabir. Lalu dia didatangi akhlaknya yang baik, sehingga dia dituntun Allah dan dibawa ke sisi-Nya.
Aku juga melihat seorang laki-laki dari umatku yang Shahifahnya akan menuju tangan kirinya. Lalu dia didatangi ketakutannya kepada Allah, sehingga Shahifah itu berada di tangan kanannya.
Aku juga melihat seorang laki-laki dari umatku yang ada di belakang timbangannya. Lalu dia didatangi anak-anaknya yang mati ketika masih kecil, lalu mereka memindahkan timbangan itu.
Aku juga melihat seorang laki-laki dari umatku yang berdiri di bibir neraka Jahannam, lalu dia didatangi pengharapannya kepada Allah, sehingga dia diselamatkan dari tempat itu dan dia menyingkir dari sana.
Aku juga melihat seorang laki-laki dari umatku yang sudah berada di dalam neraka. Lalu dia didatangi tangisnya karena takut kepada Allah, lalu dia diselamatkan dari sana.
Aku juga melihat seorang laki-laki dari umatku yang berdiri di atas Ash-Shirathul-Mustaqim yang gemetaran di atasnya sebagaimana pelepah daun yang bergoyang-goyang karena diterpa angin kencang. Lalu dia didatangi persangkaan baiknya terhadap Allah, sehingga dia menjadi tenang dan dapat menyeberanginya.
Aku juga melihat seorang laki-laki dari umatku yang merayap di atas Ash-Shirath, terkadang dia merangkak dan terkadang bergantungan. Lalu dia didatangi shalatnya, sehingga dia bisa berdiri tegak di atas Ash-Shirath dan dapat melaluinya.
Aku juga melihat seorang laki-laki dari umatku yang berhenti di ambang pintu surga, dan pintu itu ditutup di hadapannya. Lalu dia didatangi syahadatnya, hingga pintu itu pun dibukakan baginya, lalu dia dimasukkan ke dalam surga.”
Menurut Al-Hafizh Abu Musa, hadits ini hasan, diriwayatkan dari Sa’id bin Al-Musayyab dan Umar bin Dzarr serta Ali bin Zaid bin Jud’an.*/Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, dari kitab Ar Ruh.

AWAS !! Amalan Puasa Hilang Hanya Karena Status di Medsos

Bulan Ramadhan telah tiba. Bulan yang penuh berkah ini selalu dimanfaatkan oleh umat Islam untuk berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan. Karena di bulan ini segala amalan ibadah akan dilipatgandakan oleh Allah SWT.

Memasuki Ramadhan minggu kedua ini, tanpa disadari telah banyak tindakan-tindakan yang kita lakukan yang ternyata membuat amalan ibadah puasa kita hilang. Salah satunya kegiatan-kegiatan yang kerap mewarnai dunia maya saat ini dengan update foto kegiatan di bulan Ramadhan seperti foto di Masjid, sedang membaca Al-quran, dan lain sebagainya.

Tidak hanya foto, status-status yang menggambarkan kegiatan di bulan puasa pun ternyata dapat menghilangkan amalan puasa kita. Seperti, ketika kita menemukan status-status dari kerabat kita yang mengatakan:

”Alhamdulillah ya hari ini sedekah Rp.300.000,- di Masjid”

”Baru pulang shalat tarawih, langsung tadarusan”

”Alhamdulillah baru gajian, bisa berbuka bersama yatim piatu”

”Besok buka bersama kaum dhuafa”

”Alhamdulillah Magrib ini habis dua juz”

”Ngabuburit kita baca Al-quran aja di Masjid”

Itulah beberapa status yang sering mewarnai akun media sosial saat bulan puasa. Tanpa kita sadari hal ini termasuk dalam bagian dari riya’ yang dinamakan dengan sum’ah, yaitu melakukan suatu amalan agar orang lain mendengar apa yang kita lakukan, sehingga pujian dan ketenaran pun datang. Riya’ dan semua derivatnya merupakan perbuatan dosa.

Allah ta’ala berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 271 yang artinya:

‘’Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagaian kesalahan-kesalahnmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Ayat tersebut jelas mengajarkan kita untuk lebih baik menjaga amalan kita dengan menyembunyikannya sebaik mungkin dari orang lain. Tapi jika kita melihat keadaan saat ini, sangat bertolak belakang dengan apa yang telah tertera pada ayat tersebut.

Manusia memang tidak pantas mencap langsung perbuatan tersebut termasuk perbuatan dosa dan amalan mereka tidak akan di terima oleh Allah SWT. Tidak ada yang tahu, apakah Allah menerima atau tidak segala perbuatan yang kita lakukan.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Nabi Muhammad SAW selalu mengajarkan kita untuk saling mengingatkan. (Wina) *Diolah dari berbagai sumber

Ramadhan, Polda Jabar Larang Ormas Sweeping Tempat Hiburan

Ramadhan, Polda Jabar Larang Ormas Sweeping Tempat Hiburan

Opini Bangsa - Kepolisian Daerah Provinsi Jawa Barat (Polda Jabar) melarang setiap organisasi masyarakat (ormas) untuk melakukan razia atau sweeping selama bulan Ramadhan.

"Jelas setiap ormas dilarang untuk melakukan tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan fungsinya, fungsi sweeping adalah fungsi penegakkan hukum," ujar Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan di Jalan Ir. H. Djuanda, Kota Bandung, Minggu (21/5/2017).

Dia mengatakan, pelaksanaan razia seperti tempat hiburan malam atau tempat lainnya merupakan tugas dari penegak hukum. Sehingga jika masyarakat menemukan adanya tempat-tempat hiburan malam yang buka selama Ramadhan lebih baik melapor ke polisi.

"Masyarakat hanya bisa memberikan, sebagai kontrol sosial, sesuaikan saja tugasnya, masyarakat kontrol sosial dan polisi penegakkan hukum. Jadi kalau kita sesuai dengan fungsi masing-masing Insyaallah ini akan harmoni aman," katanya.

Menurutnya, jika saat Ramadhan terdapat ormas yang keluar jalur, tidak sesuai dengan fungsinya sebagai kontrol sosial maka, polisi tidak akan segan untuk menindaknya.

"Dan kalau ada yang melakukan di luar tindakan kita akan tindak tegas siapapun juga," kata dia. [opinibangsa.id / tsc]

Masya Allah.. Inilah Nasihat Indah Sesepuh NU KH Maimoen Zubair Untuk Aa Gym

Pemimpin pondok pesantren Daarut Tauhid Aa Gym mengunggah foto kebersamaannya dengan tokoh Nahdlatul Ulama yang juga ulama besar, KH Maimoenn Zubair atau akrab dipanggil Mbah Moen. Dalam kesempatan itu Aa Gym mengaku mendapat nasihat dari Mbah Moen.



"Alhamdulillah dipeluk, dibisiki nasihat, diajak tukar pikiran dan didoakan ulama besar Mbah Moen, adalah karunia dan kebahagiaan tak terkira," tulis Aa Gym, Senin 22 Mei 2017.


Menurut Aa Gym, Mbah Moen menasihati agar tetap selalu menjaga persatuan di negeri ini.

"Umat Islam harus bijaksana dan bersungguh-sungguh menjaga persatuan di negeri ini. Jangan sampai mau diadudomba, juga sesama ulama harus saling menghargai, menghormati," ujar Aa Gym yang mengungkapkan isi pesan Mbah Moen.

Selain menjadi ulama besar NU, Mbah Moen juga merupakan figur kehormatan di Partai Persatuan Pembangunan.

Saat SAMSUNG Dipimpin Oleh Seorang Muslim

Lee Kang Hyun, bos Samsung Indonesia yang ternyata adalah seorang muallaf, diapun sudah menunaikan ibadah haji. Lee mempersunting gadis Indonesia bernama Yuliana.

Karena menjadi muslim, Lee sepertinya sangat mencintai Indonesia, dia cukup memperhatikan perkembangan sektor teknologi disini. Lee sangat menyayangkan pemerintahan Indonesia yang kurang visioner akan strategisnya sektor teknologi yang disebut sebagai sektor penyedot mata uang asing ke dalam negeri, sehingga Indonesia tidak selalu kerepotan menghadapi gonjang ganjing fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap mata mata uang asing utama seperti US Dollar.


lee-kang-hyun



Lee menganalisis bahwa selama ini, pemerintah Indonesia terlalu mengidolakan sektor properti,otomotif dan ekspor bahan mentah yang justru menguras potensi ekonomi Indonesia. Transformasi teknologi dan elektronika setelah dari Amerika, lalu ke Jepang lalu ke Korea dan Taiwan, setelah itu nyangkut di Singapura, Malaysia dan India...Indonesia terlewat...

Memang betul, setelah Habibie jatuh, presiden-presiden selanjutnya terlalu mengutamakan sektor sektor ekonomi instan seperti properti dan bahan mentah, sektor teknologi seperti dizaman Megawati, Gus Dur dan beberapa kasus didalam masa SBY seperti dibanting sampai luluh lantak prospeknya. Akhirnya devisa asing tersedot banyak ke Malaysia, Singapura dan Thailand. Indonesia hanya menikmati stabilitas nilai tukar yang semu....

Dimasa akhir pemerintahan, SBY baru menyadari arti dari peranan sektor teknologi dalam menggenjot growth dan menciptakan strenght dari ekonomi... Semoga kemajuan ini tidak dihabisi lagi oleh Megawati...bosnya Jokowi.

Sebagai seorang muslim, Lee pasti menginginkan kontribusi untuk kemajuan umat. Peranannya di Samsung sangat signifikan, dan Samsung adalah raja teknologi dan elektronika, inilah peranan nyata Lee.....

Lee mengkritik kebijakan pemerintah yang hanya fokus kepada pengadaan bahah lokal hingga 80 persen, Lee menegaskan menciptakan policy untuk mengarahkan kepada pembentukan sebuah ekososistem industri teknologi akan membuat Indonesia mengarah seperti Korea. Artinya, jangan terpaku kepada bahan baku lokal...kalau perlu rangkaian produksipun diangkut ke Indonesia, sehingga komponen komponen teknologi tidak perlu diimpor lagi....

Bahkan! Ini akan memberi peluang kepada usaha2 teknologi berbasis industri kecil di Indonesia berkembang..... Distribusi ekonomipun akan tercipta... Mirip seperti apa yang terjadi di Korea Selatan saat.ini.


Perlu diingat lagi, bahwa Lee adalah pelaku bisnis dan mentor teknologi. Dia mengerti persis bagaimana cara menciptakan daya tarik bagi industri besar untuk menginvestkan bisnisnya ditanah para wali ini. Cara ini sudah ditempuh oleh Mahathir Muhammad di Malaysia, sejak 3 dekade yang lalu Mahathir sangat paham kalau masa depan ekonomi ada di industri semi konduktor (basis dari teknologi informasi). Lalu Mahathir gak sabaran dengan merealisasikan Multimedia super corridor...dan...meluncurlah Malaysia sebagai negara maju, negara yang menghidupi jutaan TKI Indonesia.

Bayangkan, seorang muslim sepenting Lee jika sudah cinta Islam dia akan memberikan kontribusi yg sangat signifikan untuk kemajuan Indonesia yang berarti kemajuan untuk umat juga!!

Sumber: fb Mutawakkil Abu Ramadhan

***

[Liputan Detik.com]

Lee Kang Hyun: 'Pak Haji' dari Samsung yang Cinta Mati Indonesia

lee356
Orang Indonesia cinta Tanah Airnya tentu suatu yang biasa. Tapi bila orang asing yang cinta mati dengan Indonesia, barulah terdengar lebih istimewa.

Ya, banyak warga negara asing yang datang ke Indonesia mulanya hanya untuk bekerja atau wisata. Setelah menginjakkan kaki di sini, mereka malah enggan pulang dan memutuskan untuk mengabdikan dirinya untuk kemajuan negeri ini.

Salah satunya Lee Kang Hyun, Vice President Samsung Electronic Indonesia. Lantaran sudah menetap selama 15 tahun, Lee tak hanya fasih berbahasa Indonesia, ia juga paham betul kebudayaan dan karakteristik masyarakatnya yang majemuk. "Saya itu setengah Korea, setengah Indonesia," ujarnya saat berbincang dengan detikINET saat ditemui di kantornya.

Kecintaan Lee dengan Indonesia berawal dari ajang sahabat pena. Salah satu temannya berasal dari Indonesia. Pada 1989, ia memutuskan untuk mengunjungi sahabat penanya tersebut.

Sambutan hangat dan keramahan keluarga sahabat penanya membuat dirinya betah berlama-lama tinggal di Indonesia. Dan saban tahun, ia pun bertandang ke rumah sahabatnya tersebut. "Ketika pulang ke Korea, mereka sering muncul di dalam mimpi saya. Benar-benar ingat terus," cerita Lee.

"Senyuman orang Indonesia juga paling membekas. Waktu itu mungkin orang asing tidak begitu banyak. Tapi orang-orang di sini tak segan membantu," lanjutnya. Untuk memudahkan berkomunikasi, Lee mempelajari bahasa Indonesia. Ia bahkan mengambil pendidikan khusus selama sebulan di Universitas Indonesia.

Selengkapnya: http://inet.detik.com/read/2015/08/18/094952/2994151/455/lee-kang-hyun-pak-haji-dari-samsung-yang-cinta-mati-indonesia

Anggota polres bener meriah ACEH Ini Menghina habib riziq Dengan Kata "TUKANG CAB*L" SEBARKAN !!

Viralkan... 
Anggota polres bener meriah sudah berani menghina ulama kami ummat islam, Kami tidak menerimanya kapolda aceh dan bapak kapolri wajib menghukumi penghinaan ini. 


DENGAH GAGAHNYA PAK POLIS INI MENGHINA ULAMA 









ujung ujungnya minta maaf...

DASAR !!!



Putaran Dua, Suara Pendukung Agus-Silvy Bergeser ke Anies-Sandi


Pengamat politik Universitas Negeri Jakarta, Ubedilah Badrun, memprediksi pada putaran kedua Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017, ada sekitar 90% persen dari perolehan suara Agus-Sylvi yang berpotensi pindah ke pasangan calon nomor urut tiga, Anies-Sandi.
Pria yang juga menjabat sebagai Direktur Pusat Studi Sosial dan Politik (Puspol) Indonesia itu menilai, faktor tersebut terjadi karena calon nomor satu sering berhadap-hadapan secara diametral dengan calon nomor dua, Ahok-Djarot. Sementara, dengan calon nomor tiga hampir tidak ada saling serang.

BACA JUGA :


“Faktor lainya adalah secara sosiologis politik. Kultur politik pemilih Agus-Sylvi lebih dekat dengan kultur politik pemilih Anies-Sandi. Jika ini yang terjadi, maka pasangan Anies-Sandi kemungkinan memenangkan pilkada DKI 2017,” kata Ubedilah pada Rabu, 15 Februari 2017.
Apalagi, kata dia, perbedaan hasil hitung ulang atau quick count sangat tipis. “Pasangan Ahok-Djarot tampaknya harus berpikir keras untuk memenangkan pilkada DKI 2017, atau akan berakhir dengan kekalahan tragis,” ujarnya.
Berdasarkan hasil quick count dari beberapa lembaga, pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi mendapat sekitar 40 persen dari seluruh suara.
“Dengan mencermati perkembangan data quick count tersebut, maka hampir dipastikan Pilkada DKI Jakarta 2017 akan berlangsung dua putaran. Karena, di antara tiga pasang cagub-cawagub, tidak ada yang mendapat suara 50 persen lebih,” tuturnya. (ase)

sumber :viva.co.id


Hasil Perhitungan Sementara KPUD: Anies-Sandi Unggul 51% Suara


Komisi Pemilihan Umum Daerah telah merampungkan sebagian penghitungan pemungutan suara di tiap tempat pemungutan suara pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017. Sampai saat ini, proses pengolahan data masih terus dilakukan.
Berdasarkan data yang terpampang dalam layar besar di Bina Karya Auditorium, Hotel Bidakara, hasil hitung sementara untuk form C1 Provinsi DKI Jakarta hingga pukul 17.15 WIB, Rabu 15 Februari 2017, pasangan calon nomor urut tiga Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno unggul.

Kedua pasangan yang diusung oleh Partai Gerakan Indonesia Raya dan Partai Keadilan Sejahtera itu berhasil mengumpulkan 558 suara, atau 51,02 persen.
Kemudian, disusul pasangan calon nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, yang mengumpulkan 426 suara, atau 36,5 persen.
Posisi buncit, ditempati oleh pasangan calon nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni dengan perolehan 148 suara, atau 12,63 persen dari total pemungutan suara form C1.
Data olahan ini masih bersifat sementara. Sampai saat ini, KPUD masih menunggu surat-surat suara dari tiap kecamatan di Ibu Kota.
Rencananya, sejumlah Anggota Komisioner KPU akan menyambangi lokasi input data ini, untuk meninjau langsung proses olahan data yang dilakukan.
sumber :https://pilkada2017.kpu.go.id/hasil/t1/dki_jakarta

Sebanyak 7 Ayat Melarangnya, Tapi Banyak Kaum Muslimin yang Melanggarnya



Sejumlah ulama heran dengan sikap sebagian kaum muslimin yang ketika diingatkan masalah ini masih menolak. Padahal menurut KH Hasan Abdullah Sahal dan KH Abdullah Gymanstiar (Aa Gym), ada tujuh ayat di dalam Al Quran yang melarangnya.

“Larangan minum minuman keras, surat Al Maidah ayat 90. Ini ditaati nih, oleh sebagian besar umat Islam. Padahal ayatnya cuman satu,” terang Aa Gym setelah membaca tulisan KH Hasan Abdullah Sahal.

“Larangan makan babi ada dua ayat. Surat Al Baqarah ayat 173 dan surat Al Maidah ayat 3. Dua ayat, dipatuhi oleh umat Islam. Hampir tuh. Yang kurang shalat juga tidak makan babi” lanjutnya.

Yang ketiga, ini yang membuat Aa Gym heran.

“Larangan memilih pemimpin kafir, ada tujuh ayat. Surat Alim Imran ayat 28, Surat An Nisa ayat 144, Surat Al Maidah ayat 57, Surat At Taubah ayat 23, Surat Al Mujadilah ayat 22, Surat Ali Imran ayat 149-150 dan Surat Al Maidah ayat 51. Tujuh ayat menyatakan larangan memilih pemimpin yang tidak seaqidah,” tegas Aa Gym.

Lebih jauh Aa Gym menjelaskan bahwa seorang mukmin yang tidak memiliki apa-apa jauh lebih baik daripada pemimpin setinggi apa pun yang ingkar kepada Allah. 

Berikut ini video lengkapnya:

 

Plintir Ucapan Buya Yahya, Jurnalis Metro TV MINTA MAAF! Ini Videonya


Rupanya Metro TV belum puas mengusik dan menimbulkan perpecahan di badan Umat Islam.

Hal ini dibuktikan dengan ulah mereka baru-baru ini.


Kamis 9 Februari 2017, Metro TV memberitakan bahwa Ulama Cirebon mengimbau warganya agar tidak mengikuti Aksi 112 11 Februari mendatang dengan narasumber Buya Yahya.


Rupanya ucapan Buya Yahya kemudian dipotong begitu saja oleh pihak Metro TV dan hanya diambil sebagian untuk kepentingan pencitraan Metro TV.

 Namun sayangnya, link berita video tersebut sudah dihapus oleh Metro TV.

Meski begitu, bukti video tersebut masih ada dan bahkan sudah diupload ulang oleh netizen.

Berikut videonya.



Menanggapi hal tersebut, akhirnya Buya Yahya memberikan klarifikasi melalui fanpage facebook resminya. Tak hanya itu saja, Buya Yahya juga menyertakan link video FULL wawancaranya dengan Metro TV.

Berikut klarifikasi lengkap Buya Yahya melalui video yang dapat kami kutip melalui fanpage resmi Buya Yahya.


Berikut video wawancara lengkap Buya Yahya dengan wartawan :


Setelah diklarifikasi langsung oleh Buya Yahya, akhirnya Jurnalis Metro TV meminta maaf. Namun dari pantauan tribunislam.com, Metro TV secara resmi belum ada klarifikasi secara resmi melalui medianya. Berikut video klarifikasi Jurnalis Metro TV yang di unggah di Fanspage resmi Buya Yahya. 


Sumber : frontpembelaislam.id

Sejumlah Saksi Bantah Tuduhan Wartawan Dipukul Dalam Aksi 112, Mana Buktinya ?


Salah satu akun FB Afandi Eka Putra mengatakan “Ayo buktikan. Tunjuk pelakunya siapa? Sertakan buktinya? Sertakan hasil visumnya”.
“Sahabat disini yang mengetahui siapa pelakunya, hubungi saya. Mari bersikap jantan mempertanggungjawabkan jika memang benar adanya. Selama proses hukum, kehidupan keluarganya saya bantu menanggungnya”, katanya.
“Tapi jika tidak ada dan kemudian kejadian ini adalah fitnah selanjutnya, maka Demi Allah, saya akan mendoakan kebangkrutan bagi perusahaan media sampah tersebut serta azab pedih bagi satu per satu mereka”, tegasnya.
***
Berikut pernyataan saksi (updated 7:36 PM):
“saya saksi,bahwa td ada reporter dan kameramen tv yg itu,tp Demi Allaah saya tdk melihat ada yg memukul,laskar fpi malah memanggil anggota TNI dan kemudian 2 crew tv tsb diamankan tanpa ada tindakan pemukulan,kejadian di katedral.” (Akun Facebook Nuk Sri Rahayu).
“Ane juga saksi hidup tafz..
Kalo di teriakin “usir” emang iya..
Tp pas dia berusaha keluar dr kerumunan masa justru satgas FPI yg melindungi.
Emang ada timpunkan botol air mineral,tp itu juga tdk tepat mengenai kedua reporter itu.
Tp kalo smp ada pemukulan dgn kayu dan smp lebam..it fitnah”.
(Akun Facebook Abu Yasin Rifa’i)
“oh wartawan metromini yang tadi diteriaki “usir usir usir…” ya? yang cewe rambut pendek agak tua dan jelek (ga cakep sama sekali) trus yang cowo ga lihat. saya didepan mereka persis tadi cuma ga ada yang mukul kok, cuma diteriakin “usir……” doang. mungkin karena yang teriak dari lantai satu sampai lantai lima yang bikin mereka terguncang :D”
(Akun Facebook Kurniawan Budi Irianto)
“Saya jg kebetulan ada disitu Pak, saya lihat sendiri tdk ada pemukulan tapi kalau mereka tdk dilindungi laskar FPI, bisa jd bonyok mereka krn massa jg ada yg marah, TNI segera datang setelah massa yg berkerumun semakin banyak”. (Akun Facebook Sri Wahyuningsih)
“G ada yg bawa bambu ustad spt yg dberitakan media n g ada pemukulan….cm diusir doang aplg wartawannye namanye Desi bo cemen dong klo sampe mukul cewe krn mmg lbhbaik g ada metrotipu d stiap aksi percuma beritanya jg dipelintir…( saya jg saksi krn sy Pj tim kebersihan dr FPB/FUI )”.
(Akun Facebook Murniati Ali)
“Sy juga liat dengan mata kepala saya sendiri. Demi Allah tidak ada pemukulan apapun terhadap wartawan met*otivi ataupun ko*pas, hanya digiring keluar untuk menghindari aksi fitnah mereka”.
Sampai saat ini belum ada foto ataupun video yang menunjukkan atau membuktikan wartawan tersebut dipukul ataupun diludahi. Berikut hasil penulusuran google:

sumber:baguskali.com
AKSI 112 : Mengharukan, Laskar FPI Berikan Payung dan Antar Pengantin ke Gereja Katedral

AKSI 112 : Mengharukan, Laskar FPI Berikan Payung dan Antar Pengantin ke Gereja Katedral



JAKARTA – Ada pemandangan menakjubkan saat Aksi 112 pagi ini, Sabtu (11/2/2017). Tepat di depan Gereja Katedral yang berseberangan dengan Masjid Istiqlal, ada rombongan pengantin yang akan masuk ke dalam untuk melangsungkan prosesi pernikahan. Apa yang kemudian terjadi?

Rombongan tersebut sama sekali tidak diganggu oleh peserta aksi. Mereka justru langsung disambut oleh Laskar FPI yang berjaga dengan memberikan payung agar tidak kehujanan.

Tak hanya itu, menurut laporan seorang peserta aksi dari Cibitung, Bekasi bernama Holil Sumarna yang mengunggah foto di akun fb-nya, Laskar FPI bahkan mengawal penganten dan rombongan hingga masuk Gereja Katedral. Massa kemudian membuat border atau pembatas agar jalan mereka lapang.

Reaksi dari penganten pun tak kalah menakjubkan. Mendapat perlakuan tak terduga itu, mereka langsung memberi hormat dan langsung disambut pekik takbir oleh massa.

“Allahu Akbar…Allahu Akbar…Allahu Akbar..”

Fenomena ini membantah isu yang berkembang bahwa Aksi Bela Islam dan Ulama mencerminkan anti keragaman atau kebhinekaan seperti yang dituduhkan kubu penista agama.

“Subhanalloh inilah islam,” ujar netizen Harun Setyawan.

“Padhl sdh banyak contoh toleransi itu, tp knp mrk sll memamdang extrem, hatinya sdh beku,” komen Nurmala Arsyad.

“Memang islam itu toleran dan yg bilang tidak toleran itu hanya komunis,” kata Suryanto.

Sumber: fb Holil Sumarna

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Sumber: YES MUSLIM
AKSI 112 : Mengharukan, Laskar FPI Berikan Payung dan Antar Pengantin ke Gereja Katedral

Lagi-lagi METRO TV Siarkan Berita Palsu dan Memfitnah Ulama Buya Yahya, Berikut Tanggapannya


Baru-baru ini stasiun televisi yang dimiliki oleh salah satu politsi nasdem Surya Paloh memicu kemarahan Netizen karena menyiarkan berita yang tidak sesuai dengan hasil wawancara, Buya Yahya selaku narasumber membuat klarifikasi yang isinya membantah kebenaran berita yang disiarkan oleh Metro Tv, bahkan Buya Yahya menganggap ini sebagai fitnah.

Hal utama yang dipermasalahkan netizen adalah Headline dari Metro TV pada siaran beritanya yaitu "ULAMA CIREBON IMBAU WARGA TAK IKUT AKSI 112". Judul dari siaran berita tersebut berbeda dengan isi dari video asli (utuh) hasil wawancara bersama Buya Hamka.
Metro TV hanya mengambil beberapa detik cuplikan dari video asli hasil wawancara. Buya Yahya sendiri sudah mewanti wanti agar para wartawan untuk tidak memotong video hasil wawancara ini karena ditakutkan akan terjadi fitnah.

Buya Yahya sangat menyayangkan kejadian ini, menurut beliau Media seperti ini dapat menghancurkan kesatuan bangsa karena memutar balikan fakta. 

Berikut adalah cuplikan video dari berita Metro TV dan Klarifikasi Buya Yahya :
Cuplikan siaran 





Klarifikasi singkat Buya Yahya soal siaran berita Metro TV


Cuplikan asli hasil wawancara Buya Yahya