Negara Tidak Paham, Negri Ini Gaduh Karena Ahok atau Sengaja Sengaja Dipelihara Untuk Pertahankan Kekuasaan!

Kegaduhan demi kegaduhan kian hari semakin menjadi-jadi, rakyat negri ini dibikin pusing. Fitnah terhadap para ulama dan umat islam terus digelontorkan, mulai dari fitnah makar, anti kebhinekaan, pembuat masalah dan fitnah keji lainnya.




Apakah penguasa negri ini tidak sadar bahwa sumber kegaduhan bermula dari ucapan ahok yang sudah menista alquran dan agama islam. Ulama dan umat islam hanya ingin membela agama ini, menuntut keadilan hukum atas sipenista ini.

Namun yang terjadi malah sebaliknya, negara justru menjadi tameng ahok berbagai cara dilakukan agar ahok bebas. Dibuatlah fitnah-fitnah keji terhadap ulama dan umat islam, agar menimbulkan kesan bahwa uamt islam di negri ini intoleran, mui dituduh fatwanya menyebabkan kegaduhan, umat islam dituduh pembuat masalah hingga para ulama dituduh dengan tuduhan makar.

Umat islam dinegri ini akhirnya semakin paham, siapa sebenarnya penguasa negri ini, yang tidak lain mereka adalah antek asing dan aseng yang mendapatkan jabatan dengan sokongan dari majikannya. Sehingga mereka berupaya mati-matian membela kepentingan majikannya bukan membela kepetingan rakyat yang dipimpinnya.

Ahok dalam persepsi penguasa harus dibebaskan dari segala tuduhan, apapun yang dilakukan ahok adalah benar demi memuluskan agenda mereka untuk tetap bisa menguasai negri ini sesuai dengan kepentingan mereka.

Umat islam harus sadar, bahwa penguasa negri ini adalah antek dari aseng dan asing, memimpin untuk kepentingan majikannya, ditambah dengan bobroknya sistem dinegri ini. Umat islam ketika ingin menyelamatkan negri ini dari kerusakan dan makar orang-orang kafir dituduh anti pancasila, ulama yang memerangi PKI dituduh melakukan makar dan dikriminalisasi.

Padahal justru merekalah yang merusak negri ini, membiarkan asing dan aseng menduduki dan menjarah kekayaan negri ini sementara rakyat diberi hadiah dengan harga - harga mahal, subsidi untuk rakayat dicabut.

Umat islam dengan adanya tekanan seperti ini akhirnya semakin bersatu tidak pandang organisasi, entah itu FPI, HTI, Muhammadiyah, NU garis lurus, Persis, Adzzikro dan seluruh elemen umat islam lainnya sadar bahwa umat harus disatukan dibawah bendera tauhid dan panji Rasululullah dengan menerapkan al-quran dan sunah baik dalam pemerintahan, ekonomi, sosial, ruang lingkup pribadi dan sebagainya. [bejo/postmetro.org]